Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat di Lingkungan Pemkab Siak: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi, Bukan Mencari Kenyamanan   ●   
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
  • Ketika Sawit Membakar Langitnya Sendiri   ●   
  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
Turki Kembangkan Drone Senjata Mematikan
Senin 12 Oktober 2020, 12:03 WIB

Situsnews.com--Turki sedang mengembangkan berbagai jenis drone bersenjata yang mematikan. Drone Turki mulai dari yang besar, terbang tinggi, sarat bom, hingga drone terbang rendah yang sangat kecil yang dapat membentuk kawanan mematikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Turki telah mengembangkan industri drone lokal yang mengesankan dari awal. Pesawat tanpa awak Bayraktar TB2 dan Anka-S buatan Turki telah membuktikan diri dalam pertempuran dalam operasi di Suriah, Irak, dan Libya.

Dilansir Forbes belum lama ini, Ankara kini sedang membangun berbagai drone yang lebih besar dan lebih kecil yang akan memenuhi banyak peran berbeda untuk militer Turki.

Pada September, drone Aksungur Turki yang dibuat oleh Turkish Aerospace Industries (TAI), menyelesaikan uji terbang selama 28 jam. Menurut TAI, turboprop ini membawa 12 peluru kendali MAM-L (Smart Micro Munition) buatan Turki di bawah sayapnya. Muatan drone ini jauh lebih besar daripada yang dapat dibawa oleh Bayraktar TB2 atau Anka-S.

Rudal MAM-L memiliki berat 22 kilogram dan dapat mencapai target hingga jarak 14 kilometer. Rudal ini juga dapat dilengkapi dengan berbagai jenis hulu ledak dari bahan peledak tinggi hingga hulu ledak khusus untuk menembus pelindung tank.

Aksungur dilaporkan menjadi pesawat tak berawak pertama yang menjatuhkan bom serba guna Mark 82 yang dipasang pada kit panduan Teber buatan Turki, yang mengubah bom konvensional menjadi bom 'pintar' yang dipandu dengan presisi.

Akinci diharapkan menjadi kendaraan udara utama Turki untuk intelijen pengawasan target akuisisi (ISTAR) dan tugas-tugas komunikasi kontrol perintah (C3) dalam dekade berikutnya. Produsen senjata Roketsan Turki sedang membangun rudal permukaan-ke-permukaan baru, TRGL-230. Drone seperti Akinci akan menjadi target TRGL-230.

Repoter : Lili

Editor    : Dpriyatna




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top