Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Festival Duan Wu Jie, Warga Tionghoa di Pekanbaru Belajar Memasak Kue Cang Halal
Minggu 21 Juni 2020, 16:11 WIB
PSMTI Pekanbaru bersama  Perwanti Riau,PITI Riau, Koko Cici Riau dan Marga Lie Pekanbaru memberikan edukasi cara memasak kue cang yang halal.

PEKANBARU - Sekitar 50 warga Tionghoa di Pekanbaru belajar memasak kue cang halal di Sekretariat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau Jalan Setiabudhi, Pekanbaru, Minggu (21/6/2020). Kegiatan untuk memeriahkan perayaan budaya Duan Wu Jie yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.

Ketua PSMTI Pekanbaru, Kamin mengatakan, kegiatan memasak kue cang halal dilaksanakan PSMTI Pekanbaru bersama PSMTI Riau, Perwanti Riau, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Riau, Koko Cici Riau dan Marga Lie Pekanbaru. "Tahun ini, perayaan Duan Wu Jie dengan cara mengajak warga Tionghoa untuk memasak kue cang yang halal. Tetap dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19," tambanya.

Kamin berharap kegiatan dapat melestarikan sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda tentang salah satu budayaTionghoa. Kemudian mengerti cara membuat kue cang. "Duan Wu Jie merupakan salah satu perayaan penting dalam budaya Tionghoa. Mempunyai makna cinta kebangsaan," tambahnya sambil mengatakan kue cang sudah mempunyai banyak variasi rasa.

Salah satu peserta memasak kue cang halal dari PITI Riau, Mimi Meliana mengaku senang dapat mengetahui cara membuat kue cang yang halal. "Biasanya hanya membeli ke pasar setiap perayaan Duan Wu Jie," terangnya.

Untuk perayaan Duan Wu Jie selanjutnya, Mimi ingin membuat sendiri. "Meskipun  membuatnya tidak semudah cara memakannya, tapi saya akan coba buat sendiri. Lebih penting lagi ada makna yang terkandung dalam budaya Duan Wu Jie ini," ungkapnya.

Sementara itu, Instruktur memasak kue cang, Atin menjelaskan, peserta memasak lebih di fokuskan untuk teknis membungkus kue cang dengan menggunakan daun bambu. Sedangkan rasanya di serahkan kepada peserta memasak.

Perayaan Duan Wu Jie berasal dari kisah seorang pejabat patriotik sekaligus seorang penyair yang bernama Qi Yuan (sekitar 340 – 278 SM), yang menenggeramkan dirinya ke Sungai Milou, karena kesedihannya yang mendalam atas hancurnya negeri Chu dan wafatnya kaisar yang memimpin negeri tersebut.

Rakyat merasa sedih, kemudian mencari-cari jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri.

Selain itu, untuk menghindari makanan dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai bakcang sekarang.

Kebiasaan mempersembahkan beras di dalam tempurung bambu diganti dengan kue dari beras ketan yang dibungkus daun bambu, yang disini kita kenal dengan nama Kue Cang. Dilaksanakannya perlombaan-perlombaan perahu yang dihiasi gambar-gambar naga, semuanya mengingatkan usaha mencari jenazah Qu Yuan, seorang pecinta tanah air dan rakyatnya.*




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top