Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
Riau Terbaik Penanganan Covid-19 Tak Lepas dari Tingginya Kesadaran Masyarakat
Senin 15 Juni 2020, 14:08 WIB


PEKANBARU - Forkopimda Riau, didukung seluruh komponen institusi dan masyarakat Riau mendapat apreasi dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis terkait penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Efendi SH SIK MM saat diorstop media, Sabtu (13/6/2020).

Irjen Agung juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh elemen masyarakat serta mengajak dan menegaskan bahwa pencapaian keberhasilan tersebut akan terus dipertahankan dan dilanjutkan. Karena menurutnya hal tersebut bisa menjadi modal agar pencapaian bisa dipertahankan dan Covid-19 tidak membuat semua redup, tetapi terus bergerak sehingga ekonomi bergerak dengan tetap memjalankan protokol kesehatan. Protokol kesehatan menjadi bagian untuk dijalankan dan tak perlu harus diawasi lagi.

Saat ini angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Riau mencapai 90 persen dan menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.

Sesuai Data, hingga pekan lalu, jumlah kasus Covid-19 di Riau mencapai 125 orang, dengan rincian, 10 orang dirawat, 109 sehat dan 6 orang meninggal dunia.

Masa New Normal saat ini, masyarakat di Riau semakin terbiasa menjalankan protokol kesehatan di area publik.

Salah seorang pengamat kebijakan publik Universitas Riau, Saiman Pakpahan mengatakan beberapa faktor yang membuat Provinsi Riau sukses dalam penanganan virus ini, disamping instrumen kebijakan yang dikeluarkan pemerintah adalah peran serta dari masyarakat.

Hasil ini adalah buah dari apa yang sudah dilakukan masyarakat Riau dalam turut sertanya menekan angka korban.

Bisa dikatakan bahwa Riau sudah berhasil memutus mata rantai virus, jumlah terpapar virus semakin kecil, dan tingkat kesembuhan yang tinggi.

"Meski ini di fase New Normal, kita ingin terlepas dari suasana Covid beberapa waktu lalu. Mulai dari lockdown, PSBB, tapi ini sudah berakhir dan menunjukkan ke arah yang lebih baik," jelas Saiman pada Minggu sore (14/6/2020).

"Maka kita berharap, semua lapisan masyarakat baik di level formal negara, maupun masyarakat umum, tetap perhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid ini," jelasnya lagi.

"Kedepan suasana yang sudah mulai membaik ini bisa betul-betul mencapai tahap pulih dan terbebas dari Covid-19," tambahnya.

Agung Nugroho yang juga wakil rakyat di DPRD Provinsi Riau juga sependapat tentqng suksesnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta penekanan laju penyebaran virus tidak terlepas dari partisipasi dan kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat.

"Tidak bisa dipungkiri, sukses ini berkat dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat. Terutama masyarakat di kabupaten/kota yang diberlakukan PSBB," sebut Agung Nugroho.

Saat kunjungannya ke Pekanbaru Sabtu lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan apresiasi atas keberhasilan Provinsi Riau dalam penanganan Covid-19.

“Agar dipertahankan penyebaran yang sangat minim di Pekanbaru Riau,” pinta Panglima TNI usai meninjau Pasar Kodim di Kecamatan Senapelan.

"Saya lihat masyarakat semuanya sudah mematuhi protokol kesehatan. Mudah-mudahan pakai masker bukan karena kita datang ke sini. Angka R nya di bawah 0.3," ungkap Panglima.

H Hamizar Hamid salah seorang pengelola pasar Dupa Pekanbaru menyatakan masyarakat menyatakan siap mendukung penuh anjuran pemerintah untuk pencegahan Covid-19, terutama selama aktivitas di pasar.

"Ada sepuluh orang untuk membantu menjaga keamanan di sini, masyarakat kami tekankan untuk patuh gunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak," urainya.

Melanjutkan penjelasannya, disebutkan bahwa di pasar telah disiapkan empat wastafe untuk cuci tangan, 2 pintu masuk dan keluar, serta di dalam pasar.

Salah seorang pedagang sayur, Wati, mengaku tak terbebani dengan aturan protokol kesehatan, karena menurutnya itu demi keselamatan dan keamanan diri sendiri, serta orang lain saat berinteraksi.

"Saya sangat setuju dan justru menurut saya memang sudah seharusnya ada protokol kesehatan yang mengatur. Kita jadi bisa merasa aman dan nyaman saat berjualan. Begitu juga pembeli. Bersyukur sekarang sudah mulai berangsur normal kembali," ujarnya bersemangat. (rilis)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top