Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Lebih 200 Ribu Orang Meninggal Akibat Covid 19
Minggu 26 April 2020, 14:37 WIB
ilustrasi

LONDON - Lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia kini telah meninggal karena virus corona, menurut data Universitas Johns Hopkins. Ada lebih dari 2,8 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah kematian di AS melebihi 50 ribu orang, ketika orang Amerika mengalami wabah paling mematikan di dunia. Lima negara kini telah melaporkan jumlah kematian di atas 20 ribu meskipun cara kematian dihitung sangat bervariasi, dilansir BBC pada Ahad (26/4).

AS, Italia, dan Spanyol telah menyaksikan jumlah kematian tertinggi yang dilaporkan. Departemen Kesehatan Inggris mengumumkan pada Sabtu (25/4) bahwa lebih dari 20 ribu orang kini meninggal akibat virus corona di rumah sakit Inggris.

Prancis, yang memasukkan kematian di panti jompo dalam statistiknya, mengatakan jumlah korbannya meningkat 369 orang pada Sabtu. Ada 22.614 kematian akibat virus ini di Prancis sejak awal Maret. Tetapi pejabat kesehatan mengatakan tingkat kematian di rumah sakit menurun dan jumlah orang dalam perawatan intensif telah menurun selama 17 hari berturut-turut.

Para ahli statistik telah memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa yang dilaporkan mungkin tidak selalu memberikan gambaran lengkap tentang epidemi suatu negara. AS telah melihat kematian virus terbanyak di setiap negara, tetapi juga memiliki populasi yang jauh lebih besar daripada kebanyakan.

Dengan 330 juta orang, populasinya melebihi jumlah total orang yang tinggal di lima negara terbesar di Eropa barat yakni Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol. Banyak negara Eropa telah melaporkan lebih banyak kematian per kepala populasi daripada AS dan Eropa secara keseluruhan telah melaporkan lebih banyak kematian secara keseluruhan.

Tingkat kematian juga tergantung pada siapa yang dihitung. Beberapa negara memasukkan kematian di panti jompo dalam data mereka sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap. Sedangkan yang lain hanya menghitung kematian di rumah sakit di mana Covid-19 telah dikonfirmasi.

Belgia memiliki angka 6.917 kematian dalam populasi 11,4 juta. Lebih dari setengah kematian negara itu terjadi di panti jompo untuk orang tua dan sebagian besar didasarkan pada kasus yang diduga, yang membuat data negara itu terlihat jauh lebih buruk.*




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top