Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
  • Ketika Sawit Membakar Langitnya Sendiri   ●   
  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
Lebih 200 Ribu Orang Meninggal Akibat Covid 19
Minggu 26 April 2020, 14:37 WIB
ilustrasi

LONDON - Lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia kini telah meninggal karena virus corona, menurut data Universitas Johns Hopkins. Ada lebih dari 2,8 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah kematian di AS melebihi 50 ribu orang, ketika orang Amerika mengalami wabah paling mematikan di dunia. Lima negara kini telah melaporkan jumlah kematian di atas 20 ribu meskipun cara kematian dihitung sangat bervariasi, dilansir BBC pada Ahad (26/4).

AS, Italia, dan Spanyol telah menyaksikan jumlah kematian tertinggi yang dilaporkan. Departemen Kesehatan Inggris mengumumkan pada Sabtu (25/4) bahwa lebih dari 20 ribu orang kini meninggal akibat virus corona di rumah sakit Inggris.

Prancis, yang memasukkan kematian di panti jompo dalam statistiknya, mengatakan jumlah korbannya meningkat 369 orang pada Sabtu. Ada 22.614 kematian akibat virus ini di Prancis sejak awal Maret. Tetapi pejabat kesehatan mengatakan tingkat kematian di rumah sakit menurun dan jumlah orang dalam perawatan intensif telah menurun selama 17 hari berturut-turut.

Para ahli statistik telah memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa yang dilaporkan mungkin tidak selalu memberikan gambaran lengkap tentang epidemi suatu negara. AS telah melihat kematian virus terbanyak di setiap negara, tetapi juga memiliki populasi yang jauh lebih besar daripada kebanyakan.

Dengan 330 juta orang, populasinya melebihi jumlah total orang yang tinggal di lima negara terbesar di Eropa barat yakni Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol. Banyak negara Eropa telah melaporkan lebih banyak kematian per kepala populasi daripada AS dan Eropa secara keseluruhan telah melaporkan lebih banyak kematian secara keseluruhan.

Tingkat kematian juga tergantung pada siapa yang dihitung. Beberapa negara memasukkan kematian di panti jompo dalam data mereka sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap. Sedangkan yang lain hanya menghitung kematian di rumah sakit di mana Covid-19 telah dikonfirmasi.

Belgia memiliki angka 6.917 kematian dalam populasi 11,4 juta. Lebih dari setengah kematian negara itu terjadi di panti jompo untuk orang tua dan sebagian besar didasarkan pada kasus yang diduga, yang membuat data negara itu terlihat jauh lebih buruk.*




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top