Demonstran India Desak Bangun Kuil di Atas Reruntuhan Masjid
Senin 10 Desember 2018, 14:08 WIB
Jakarta -- Puluhan ribu pengunjuk rasa Hindu garis keras berkumpul di New Delhi, India, pada Minggu (9/12) untuk mendesak pembangunan kuil Ram di atas reruntuhan masjid di Ayodhya yang dihancurkan puluhan tahun silam.
Mengutip AFP, para demonstran menganggap upaya pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dalam pembangunan kuil di kota tempat kelahiran Dewa Ram di negara bagian Uttar Pradesh itu belum maksimal.
Unjuk rasa kepada Modi ini telah dilangsungkan dalam beberapa minggu terakhir, melalui sejumlah unjuk rasa di Ayodhya dengan jumlah massa yang lebih kecil.
Kini, aksi protes dilakukan bersama puluhan biksu Hindu di bawah bendera Vishwa Hindu Parishad (VHP) dan Partai Nasional Bharatiya Janata (BJP).
Dorongan untuk mendirikan kuil ini sudah ada setelah masjid abad ke-16 tersebut hancur diserang massa pada 1992 dalam kerusuhan yang menewaskan ribuan orang, sebagian besar Muslim, di seluruh India.
Kala kerusuhan hebat 26 tahun lalu itu, para pemimpin utama BJP, termasuk Modi, menjadi pemimpin gerakan yang mendorong pembangunan kuil Ram. Sebelum aksi tersebut, BJP belum banyak dipandang masyarakat India.
Setelah masjid dihancurkan, kelompok Hindu dan Muslim mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung agar membantu menyelesaikan masalah ini. Pengadilan tinggi kemudian meminta lebih banyak waktu untuk memberikan keputusan.
Lantaran tak membuahkan keputusan yang pasti, kini kelompok Hindu mendorong Modi agar menggunakan perintah eksekutifnya melalui Mahkamah Agung. Kelompok Hindu menginginkan parlemen menjamin pembangunan kuil rampung pada tahun depan.
Beberapa pengunjuk rasa dikabarkan membawa gada dan trisula, senjata tradisional yang digunakan oleh dewa-dewa Hindu. Mereka meramaikan Ramlila Maidan, tanah luas yang mampu menampung lebih dari 50 ribu orang, dan memenuhi jalanan di sekitarnya.
Dalam aksi tersebut, demonstran menyerukan peringatan kepada Modi bahwa mereka tidak akan menyerah sampai kuil itu rampung dibangun. Para biarawan Hindu juga turut menyuarakan pidato bernuansa keagamaan yang disusul teriakan, "Puji bagi Ram," dari pengunjuk rasa.
"Aksi ini menandakan bahwa umat Hindu tak akan diam sampai kuil dibangun dan harapan kami dihormati. Kami tidak peduli dengan pengadilan. Kuil agung itu akan dibangun pada 2019," tutur Sushil Chawdhary, seorang pemimpin VHP.
VHP pun mengklaim akan terus melangsungkan aksi protes dalam beberapa bulan mendatang sampai harapan mereka terpenuhi.
Hal ini diperkirakan akan membuahkan pengaruh negatif bagi pemilihan perdana menteri yang akan diikuti Modi pada Mei mendatang.(cnn)
Mengutip AFP, para demonstran menganggap upaya pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dalam pembangunan kuil di kota tempat kelahiran Dewa Ram di negara bagian Uttar Pradesh itu belum maksimal.
Unjuk rasa kepada Modi ini telah dilangsungkan dalam beberapa minggu terakhir, melalui sejumlah unjuk rasa di Ayodhya dengan jumlah massa yang lebih kecil.
Kini, aksi protes dilakukan bersama puluhan biksu Hindu di bawah bendera Vishwa Hindu Parishad (VHP) dan Partai Nasional Bharatiya Janata (BJP).
Dorongan untuk mendirikan kuil ini sudah ada setelah masjid abad ke-16 tersebut hancur diserang massa pada 1992 dalam kerusuhan yang menewaskan ribuan orang, sebagian besar Muslim, di seluruh India.
Kala kerusuhan hebat 26 tahun lalu itu, para pemimpin utama BJP, termasuk Modi, menjadi pemimpin gerakan yang mendorong pembangunan kuil Ram. Sebelum aksi tersebut, BJP belum banyak dipandang masyarakat India.
Setelah masjid dihancurkan, kelompok Hindu dan Muslim mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung agar membantu menyelesaikan masalah ini. Pengadilan tinggi kemudian meminta lebih banyak waktu untuk memberikan keputusan.
Lantaran tak membuahkan keputusan yang pasti, kini kelompok Hindu mendorong Modi agar menggunakan perintah eksekutifnya melalui Mahkamah Agung. Kelompok Hindu menginginkan parlemen menjamin pembangunan kuil rampung pada tahun depan.
Beberapa pengunjuk rasa dikabarkan membawa gada dan trisula, senjata tradisional yang digunakan oleh dewa-dewa Hindu. Mereka meramaikan Ramlila Maidan, tanah luas yang mampu menampung lebih dari 50 ribu orang, dan memenuhi jalanan di sekitarnya.
Dalam aksi tersebut, demonstran menyerukan peringatan kepada Modi bahwa mereka tidak akan menyerah sampai kuil itu rampung dibangun. Para biarawan Hindu juga turut menyuarakan pidato bernuansa keagamaan yang disusul teriakan, "Puji bagi Ram," dari pengunjuk rasa.
"Aksi ini menandakan bahwa umat Hindu tak akan diam sampai kuil dibangun dan harapan kami dihormati. Kami tidak peduli dengan pengadilan. Kuil agung itu akan dibangun pada 2019," tutur Sushil Chawdhary, seorang pemimpin VHP.
VHP pun mengklaim akan terus melangsungkan aksi protes dalam beberapa bulan mendatang sampai harapan mereka terpenuhi.
Hal ini diperkirakan akan membuahkan pengaruh negatif bagi pemilihan perdana menteri yang akan diikuti Modi pada Mei mendatang.(cnn)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027
Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan
Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis
Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta
Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?
Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang
Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah
Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal
Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji
Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera
Internasional

Selasa 20 Oktober 2026, 14:05 WIB
Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari
Senin 19 Oktober 2026
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Termasuk Anak-anak
Jumat 16 Oktober 2026
Orang Kaya China Hadapi Tagihan Pajak, Sebagian Jual Separuh Portofolio Saham
Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah
Politik

Jumat 09 Oktober 2026, 10:11 WIB
Politikus PKB Usul Pansus soal Ijazah Gibran, Singgung Peluang Pemakzulan
Rabu 07 Oktober 2026
Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tak Temukan Bukti Meyakinkan Setara SMA, tetapi Gibran Tetap Wapres
Selasa 06 Oktober 2026
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Pimpinan DPR dan Kapolri Temui Buruh
Selasa 06 Oktober 2026
Malam Ini MK Bacakan Putusan Sengketa Syarat Pendidikan Gibran
Nasional

Selasa 20 Oktober 2026, 09:18 WIB
Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran
Selasa 20 Oktober 2026
Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran
Minggu 18 Oktober 2026
Gus Ipul Minta Wartawan Tak Hanya Tulis Keberhasilan Pemerintah, Kritik Jika Keliru
Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan
Terpopuler
01
Jumat 11 Juni 2021, 14:03 WIB
Irjen Argo: Kapolri Berikan Instruksi ke Jajaran Seluruh Indonesia Melakukan Operasi Premanisme 02
Kamis 06 Desember 2018, 07:17 WIB
Tabrakan Dua Pesawat Militer AS di Jepang, Tujuh Awak Hilang 03
Kamis 06 Desember 2018, 09:45 WIB
1 Anggota Brimob Tertembak Saat Pencarian Korban Penembakan KKB 04
Kamis 17 Desember 2020, 19:56 WIB
Hadir di Pembekalan CPNS, Sekjen Kementan: Tugas Kita Dua, Sejahterakan Petani dan Tingkatkan Produksi 05
Kamis 06 Desember 2018, 11:59 WIB
Ditolak Istri Berhubungan Badan, Ayah di Merangin Cabuli Anak Kandung
Pekanbaru

Rabu 14 Oktober 2026, 20:02 WIB
Permudah Anggota Bertransaksi, IKLA-RGS Gandeng Bank Nagari Terbitkan KTA Digital
Rabu 14 Oktober 2026
Permudah Anggota Bertransaksi, IKLA-RGS Gandeng Bank Nagari Terbitkan KTA Digital
Kamis 08 Oktober 2026
Udara Pekanbaru Makin Buruk, AQI 244 Tempatkan Kota Ini di Urutan Kedua
Selasa 06 Oktober 2026
Kualitas Udara Pekanbaru Pagi Ini Masuk Level Berbahaya, PM2.5 Capai 250,6 µg/m³