Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Si Cantik Puteri Indonesia Lingkungan 2019 Kampanyekan Bersihkan Sampah Plastik
Kamis 15 Agustus 2019, 17:39 WIB

Limo- Sampah plastik, bukan saja  menjadi masalah Indonesia, tapi juga  menjadi masalah dunia yang  hingga kini belum juga terselesaikan. Prihatin dengan kondisi tersebut, Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu turut ambil bagian dengan  melakukan bersih-bersih di sepanjang sungai Pesanggrahan, Limo, Depok, Jawa Barat pada  Selasa (13/8/2019) bersama komunitas Bocah Kali Pesanggrahan (bokap). Jolene juga mengunjungi Komunitas Penggiat Lingkungan Limo, Depok, belajar  secara langsung bersama ibu ibu komunitas cara membuat dompet, tas, alas tikar  dari bahan  kantong kresek plastik bekas, kemasan plastik dan sampah plastik lainnya .

Hingga kini, sampah plastik menjadi perhatian pemerintah. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yang dibuang ke laut. Ia menambahkan, berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut . 
Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, luar ruangan dan air
Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu Saat Akan Bersih-Bersih Sampah Pelastik di Kali Pesanggaran, Limo, Depok, Jawa Barat

Untuk mengurangi limbah plastik,  Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu, melakukan aksi bersih-bersih dengan memunguti sampah plastik di sepanjang sungai Pesanggrahan, Limo, Depok, Jawa Barat dengan mengenakan perahu karet bersama  komunitas Bocah Kali Pesanggrahan (bokap).

"Di sepanjang sungai Pesanggrahan, saya banyak menemui sampah limbah rumahtangga, mulai dari sampah kantong pelastik,streoform, bekas botol minuman. Bahkan saat kami berjalan lewat perahu karet, kepala saya terkena sampah pelastik yang menempel di batang pohon yang menjulur ke sungai," ucap Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu yang merasa prihatin dengan kondisi sungai Pesanggrahan, Limo, Depok, Jawa Barat ini.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, luar ruangan, air dan alam
Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene  Saat Bersih-Bersih Sampah Pelastik di Kali Pesanggaran, Limo, Depok, Jawa Barat

Urai perempuan yang mirip artis tahun 1980-an; Ida Iasha dan Minati Atmanegara ini, sungai pesanggrahan seharusnya bisa menjadi destinasi wisata yang dapat dinikamti turis domestik maupun manca negara. Tak terkecuali menjadi pemasukan khas pemerintah setempat. Sayangnya, sungai yang subur ditumbuhi pepohonan rindang sepanjang bantaran sungai ini, dipenuhi sampah limbah rumahtangga.


Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, pohon, luar ruangan, alam dan air
Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie Rotinsulu Seusai Menyusuri Sungai


"Sayang banget padahal air sungai Pesanggrahan masih cukup bersih, kalau saja masyarakat, mulai dari anak-anak remaja, usia dewasa dan orangtua nggak membuang sampah sembarangan, wah, bagus banget. Anak-anak masih banyak yang mandi di kali Pesanggrahan lho!" terang Jolene.

Di hari yang sama, Jolene juga mendatangi Komunitas Penggiat Lingkungan Limo. Komunitas yang memberdayakan bekas sampah, semisal kantong pelastik, koran bekas, botol bekas minuman, tutup, bungkus bekas kopi, bekas deterjen dan banyak lagi sampah lainnya.
Sampah sampah plastik yang dihasilkan dari sungai dikumpulkan dan sebagian dibawa utk diolah menjadi tas, dompet, tikar dan lainnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Jolene Berlatih Membuat Dompet Dari Bekas Kantong Pelastik Bersama Komunitas Penggiat Limo

Jolene bersama komunitas ini, mendaur ulang sampah plastik menjadi beragam benda yang memiliki nilai ekonomis. Mulai dari kantong plastik yang dibuat menjadi dompet. Kertas koran dibuat menjadi nampan, tempat pas bunga, plastik bekas botol dibuat menjadi tempat menaruh tempat minum gelas kecil. bungkus kopi dibuat menjadi tikar dan banyak lagi limbah sampah rumahtangga yang dibuat beragam benda menarik.

"Menarik banget. Saya langsung membuat dompet dari bekas kantong plastik. Keren-keren. Benda-benda yang dibuat memiliki nilai ekonomis. Saya bersyukur banget, ternyata ada orang-orang yang memperhatikan dan memanfaatkan sampah dan mendaur ulang menjadi benda yang punya nilai ekonomi," terangnya.

Tambah Jolene lagi, dirinya akan terus mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat agar dapat menggantikan penggunaan plastik dengan kantong ramah lingkungan.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang tersenyum, orang duduk
Jolene Bersama Ibu Lurah Limo dan Komunitas Penggiat Limo Menunjukkan Dompet Dari Kantong Pelastik Bekas

"Saya akan terus mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat agar dapat menggantikan penggunaan plastik sekali pakai, meminta kepada pemerintah agar menageluarkan peraturan kepada pelaku industri agar dapat meminimalisir penggunaan plastik, kebijakan kepada pelaku usaha untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai. Serta edukasi kepada kaum milenial utk bergaya hidup yang ramah lingkungan." jelas joline.

Diakhir kegiatannya di Limo, Joline juga mendatangi salah satu sekolah SD/SMP  swasta di Limo Depok. 
Jolene memberikan edukasi kepada anak anak agar mulai membiasakan diri untuk ramah lingkungan, seperti membawa botol minum ( Tumbler) dan makanan dari rumah, membuang sampah pada tempatnya, dan dapat memilah sampah organik dan non organik. 

Tidak hanya sampai disitu, Joline juga berencana untuk mensosialisasikan masalah sampah plastik kepada komunitas disablitas dan orang tua (jompo) tangguh. "Ya, pesan moralnya adalah mereka yg dengan keterbatasan saja peduli terhadap lingkungan, seharusnya kita harus lebih peduli lagi dong, " tutup Jolene .




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top