Senin, 26 Oktober 2026

Breaking News

  • Agung Nugroho Lantik Pejabat Baru, Berikut Daftar Lengkap 17 Pejabat Pemko Pekanbaru   ●   
  • Gerak Cepat, Bupati Rokan Hilir Perintahkan Kadis PUPR Intensifkan Normalisasi Drainase   ●   
  • Wabup Jhony Charles Apresiasi Peran PNM, Hampir 48 Ribu Nasabah di Rohil Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan   ●   
  • Pascakebakaran di Bagan Barat, Pemkab Rohil Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak   ●   
  • Sekitar 80 Sekolah di Rohil Terima Program Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Fungsi Pengawasan   ●   
Gadis Desa Kini Jadi Peneliti AI Top, Gaji Miliaran Per Bulan
Senin 26 Oktober 2026, 10:51 WIB
Luo Fuli. Foto: Vnexpress

CHINA - Karier peneliti kecerdasan buatan (AI) asal China, Luo Fuli, melesat setelah bergabung dengan raksasa teknologi Xiaomi. Ia dilaporkan mencapai tingkat profesional tertinggi dalam sistem jenjang karier perusahaan tersebut hanya dalam waktu sekitar 10 bulan setelah bergabung.

Luo, 31 tahun, memimpin tim kecerdasan buatan MiMo di Xiaomi. Menurut laporan LatePost, ia dipromosikan ke level 22, tingkat tertinggi dalam sistem peringkat profesional perusahaan tersebut.

Promosi itu tercantum dalam daftar kepegawaian internal yang dirilis pada September 2026. Pencapaian tersebut menandai perkembangan karier yang relatif cepat bagi Luo, yang bergabung dengan Xiaomi pada akhir 2025.

Perjalanan kariernya juga menarik perhatian setelah pendiri Xiaomi, Lei Jun, dilaporkan berupaya merekrutnya pada akhir 2024 dengan tawaran gaji tahunan sebesar 10 juta yuan atau sekitar Rp27 miliar, menurut South China Morning Post.

Jika menggunakan angka tersebut, nilai gajinya setara dengan sekitar Rp2,25 miliar per bulan sebelum promosi. Namun, angka itu merupakan perkiraan berdasarkan tawaran gaji yang dilaporkan, bukan konfirmasi mengenai penghasilan aktualnya.

Sebelum bergabung dengan Xiaomi, Luo bekerja di perusahaan rintisan AI DeepSeek. Ia menjadi salah satu kontributor utama dalam pengembangan DeepSeek-V2, model AI sumber terbuka yang dirilis pada 2024 dan membantu memperkuat posisi DeepSeek sebagai pesaing dalam industri AI global.

Luo mengonfirmasi kepindahannya ke Xiaomi pada November 2025, sekaligus mengakhiri spekulasi selama beberapa bulan mengenai langkah karier berikutnya.

Di Xiaomi, ia mengawasi pengembangan MiMo, rangkaian model bahasa besar atau large language model (LLM). Teknologi tersebut menjadi dasar bagi sistem AI yang mampu memahami dan menghasilkan teks, melakukan penalaran, serta menangani berbagai tugas kompleks.

Tanggung jawab Luo semakin luas pada Juli 2026, ketika Xiaomi melakukan reorganisasi pengembangan XiaoAI, asisten virtual berbasis AI milik perusahaan tersebut. Dalam restrukturisasi itu, tim yang dipimpinnya mendapat tanggung jawab untuk mengembangkan model AI dasar.

Berawal dari Keterbatasan, Berkembang Menjadi Peneliti AI

Luo lahir pada 1995 di keluarga pedesaan di Provinsi Sichuan, China. Ia menempuh pendidikan ilmu komputer di Beijing Normal University sebelum melanjutkan studi dan meraih gelar magister bidang linguistik komputasi dari Peking University (PKU).

Namanya mulai dikenal luas pada 2019 setelah berkontribusi dalam delapan makalah yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Association for Computational Linguistics, salah satu konferensi internasional penting di bidang linguistik komputasi.

Meski meraih berbagai pencapaian di bidang AI, Luo berulang kali menolak julukan sebagai gadis jenius AI. Ia justru menekankan pentingnya ketekunan dalam mencapai keberhasilan.

“Saya bukan seorang jenius,” katanya dalam profil yang diterbitkan Peking University.

“Rasa ingin tahu tentang masalah-masalah mendasar, eksekusi yang kuat, dan sedikit ketahanan yang keras kepala, itulah yang membawa saya ke posisi ini,” imbuhnya, seperti dikutip detikINET dari VN Express.

Luo juga pernah menghadapi kesulitan ketika mulai mempelajari ilmu komputer pada tahun pertamanya di PKU. Saat itu, ia memiliki pengalaman terbatas dalam menggunakan komputer.

Ia mengungkapkan, sejumlah persoalan yang dapat diselesaikan teman-teman sekelasnya dalam tiga menit terkadang membutuhkan waktu hingga tiga jam baginya. Namun, melalui usaha yang konsisten, ia berhasil menjadi salah satu mahasiswa terbaik di kelasnya dalam waktu dua tahun.

Dalam menggambarkan perjalanan kariernya, Luo menggunakan perumpamaan siput untuk menekankan pentingnya kemajuan yang stabil dibandingkan kecepatan.

“Saya seperti siput yang tidak mengejar pergerakan tercepat, tapi setiap langkah saya terlihat jelas,” ungkapnya.

Di luar karier profesional, Luo, yang suaminya juga bekerja di industri teknologi, mengaku ingin terus mengembangkan karier sekaligus mempertahankan kehidupan keluarga yang bahagia. (detik)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top