Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat
Selasa 20 Oktober 2026, 20:08 WIB
Bupati Siak mengajak mahasiswa baru Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) untuk bersikap adaptif, berpikir kritis, dan memahami persoalan nyata di masyarakat, pesan tersebut disampaikan Afni saat menjadi narasumber dalam PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 UNRIDA, melalui Zoom Meeting, Selasa (20/10/2026). 

 

SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli mengajak mahasiswa baru Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) untuk bersikap adaptif, berpikir kritis, dan memahami persoalan nyata di masyarakat selama menjalani perkuliahan. 

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan teori, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan.

Pesan tersebut disampaikan Afni saat menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 UNRIDA yang mengusung tema “Intelektual UNRIDA Unggul, Berkarakter, Berdampak” yang berlangsung di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat. 

Dalam kuliah umum itu, Afni menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

“Hari ini kita harus cepat adaptif dan bersiap menghadapi perubahan yang bisa terjadi kapan saja. Kita tidak bisa lagi berpatokan pada nilai-nilai teoretis tanpa melihat fakta-fakta di lapangan. Banyak hal yang terjadi di lapangan berkembang lebih cepat daripada teori yang ada di buku,” kata Afni, melalui Zoom Meeting, Selasa (20/10/2026). 

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu, mengatakan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus mampu memahami substansi persoalan sebelum menyampaikan kritik. 

Menurutnya, sikap kritis perlu diimbangi dengan gagasan konstruktif yang dapat menjadi solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

“Mahasiswa sejati harus paham substansi apa yang perlu dikritisi, bukan menjadi bagian yang hanya ikut-ikutan mengkritisi. Mahasiswa sejatinya bagian dari solusi bangsa. Kalau punya ide untuk memperbaiki sesuatu, silakan sampaikan melalui wadah yanga ada,” ujarnya.

Afni juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah secara optimal dengan mengenali bidang yang diminati sejak awal, menyelesaikan studi tepat waktu, serta mulai merancang topik penelitian. 

Ia menilai masih banyak persoalan di tengah masyarakat yang membutuhkan kajian ilmiah. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengutamakan akhlak dalam menuntut ilmu.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mengajak mahasiswa membangun karakter dan ketekunan sejak awal perkuliahan. Menurutnya, keberhasilan tidak dapat diraih melalui kebiasaan serba instan, melainkan melalui proses belajar yang konsisten dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

“Jangan sampai kebiasaan serba instan menghilangkan karakter dan ketekunan kita. Ketekunan adalah proses yang membentuk kemampuan dan kepercayaan diri. Kalau itu terus dijaga, saya yakin kalian akan siap menghadapi tantangan di masa depan,” kata Karmila.

Rektor UNRIDA Prof. Indrayani mengatakan PKKMB bertujuan membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dan wawasan praktis mengenai kehidupan kampus. 

Kegiatan tersebut juga diharapkan membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk menyelesaikan studi tepat waktu serta memberikan kontribusi bagi daerah dan bangsa.

“Manfaatkan PKKMB ini dengan sebaik-baiknya agar wawasan semakin terbuka lebar, mengenal dunia kampus dan proses pembelajaran yang akan dijalani. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa menghasilkan generasi muda yang unggul, berkarakter dan berdampak,” ujar Indrayani, yang akrab disapa Prof. Yani.

Dalam kesempatan itu, Indrayani juga memperkenalkan sejumlah program UNRIDA, salah satunya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah bekerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengakui pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

 

 




Editor : Tim
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top