JAKARTA - Rezeki merupakan ketetapan Allah SWT bagi setiap makhluk-Nya. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk berikhtiar dan menjalankan berbagai amalan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, termasuk memohon kelapangan rezeki.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menegaskan bahwa setiap makhluk telah dijamin rezekinya. Hal ini tercantum dalam Surah Hud ayat 6:
"Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)." (QS Hud: 6)
Sejumlah amalan yang kerap dikaitkan dengan upaya memohon kelapangan rezeki antara lain melaksanakan salat Dhuha, membaca Al-Qur'an, memperbanyak istighfar, bersedekah, dan menjaga silaturahmi.
Berikut delapan amalan yang dapat dilakukan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
1. Melaksanakan Salat Dhuha
Dalam buku 7 Amalan Penarik Rezeki, Muhammad Syafi'ie el-Bantanie menyebutkan salat Dhuha sebagai salah satu amalan yang berkaitan dengan ikhtiar memohon kecukupan rezeki.
Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa Allah SWT berfirman:
"Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (salat Dhuha), niscaya akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada hari akhirnya." (HR Imam Al-Hakim dan ath-Thabrani)
Salat Dhuha juga dapat menjadi sarana melatih kedisiplinan dan rasa syukur. Seseorang diharapkan mampu menerima nikmat yang diperoleh dengan penuh rasa syukur, tanpa kehilangan semangat untuk terus berusaha.
Salat Dhuha dapat dilaksanakan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur. Waktu pelaksanaannya berakhir sebelum masuk waktu Zuhur, dengan memperhatikan waktu yang dianjurkan untuk menghindari saat matahari tepat berada di tengah langit.
2. Membaca Surah Al-Waqi'ah
Amalan berikutnya adalah membaca Surah Al-Waqi'ah secara rutin. Selain membacanya, umat Islam dianjurkan untuk mempelajari dan memahami makna yang terkandung dalam surah tersebut.
Dalam riwayat yang dinukil oleh Al-Baihaqi dari Abdullah bin Mas'ud, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang membaca surah al-Waqi'ah setiap malam, ia tidak akan mengalami kefakiran." (HR Baihaqi)
Membaca Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk ibadah. Karena itu, umat Islam dapat menjadikan tilawah sebagai bagian dari rutinitas harian sekaligus sarana memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.
3. Memperbanyak Istighfar
Memperbanyak istighfar dan bertobat merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Keduanya menjadi bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang telah dilakukan.
Dalam buku Kaya Total dengan Ayat Kursi, Muhammad Ainur Rasyid menjelaskan bahwa istighfar dan tobat termasuk amalan yang dikaitkan dengan kelapangan rezeki.
Penjelasan mengenai hal tersebut terdapat dalam Surah Nuh ayat 10–12:
"Lalu, aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.'" (QS Nuh: 10–12)
Ayat tersebut menjelaskan ajakan untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Istighfar tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kesalahan, tetapi juga pengingat agar seseorang memperbaiki diri dan menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa'i, disebutkan:
"Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan melapangkan setiap kesusahan, memberi jalan keluar setiap kesukaran, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i)
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain membantu orang yang membutuhkan, sedekah juga menjadi wujud kepedulian sosial dan rasa syukur atas nikmat yang diterima.
Dalam buku The Ultimate Power of Shalat Dhuha, Zezen Zainal Alim menjelaskan bahwa memperbanyak sedekah dikaitkan dengan datangnya rahmat dan terbukanya pintu rezeki.
Dalam hadis yang dinukil dari Anas RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Zubair bin Awwam:
"Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu di atas Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang memperbanyak sedekah kepada orang lain, niscaya Allah SWT memperbanyak baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah SWT menyedikitkan baginya." (HR Daruquthni dari Anas RA)
Melalui sedekah, umat Islam diajak untuk berbagi dan membantu sesama. Amalan ini dapat dilakukan sesuai kemampuan, tanpa mengabaikan kebutuhan pokok diri sendiri dan keluarga.
5. Menjaga Silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Silaturahmi tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga membangun kepedulian dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam buku Inilah Jalan yang Lurus, Jalan Hidup Nikmat Dunia-Akhirat, Mohammad Mufid menjelaskan bahwa kesempurnaan iman tidak hanya tercermin dalam hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga dalam hubungannya dengan sesama manusia.
Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi." (HR Bukhari)
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan menjaga silaturahmi. Amalan ini dapat dilakukan dengan mengunjungi keluarga, menjaga komunikasi, membantu kerabat, serta memperbaiki hubungan yang kurang harmonis.
6. Memperbanyak Zikir
Zikir merupakan amalan untuk mengingat Allah SWT. Umat Islam dapat melakukannya dalam berbagai keadaan, termasuk dengan membaca kalimat-kalimat zikir yang diajarkan dalam Islam.
Dalam buku Cara Kaya, Ahmad Zainal Abidin menguraikan sejumlah bacaan zikir yang dikaitkan dengan ikhtiar memohon kemudahan dan kelapangan rezeki.
Salah satunya adalah membaca:
Laa haula walaa quwwata illaa billaah.
Bacaan tersebut mengandung makna bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani disebutkan:
"Barang siapa yang lambat datang rezekinya, hendaklah banyak mengucapkan laa haula walaa quwwata illaa billaah." (HR Thabrani)
Bacaan lainnya adalah:
Laa ilaaha illallaahul malikul haqqul mubiin.
Dalam riwayat yang dikutip dalam sejumlah literatur keagamaan, bacaan tersebut dikaitkan dengan perlindungan dari kefakiran dan ketenteraman.
Umat Islam juga dapat membaca Surah Al-Ikhlas. Dalam hadis yang dinukil oleh ath-Thabrani disebutkan:
"Barang siapa membaca surah al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya." (HR Thabrani)
Selain itu, terdapat bacaan zikir:
Subhaanallaahi wabihamdihii subhaanallaahil azhiim.
Membiasakan zikir dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengingatkan umat Islam untuk senantiasa bersyukur.
7. Memperbanyak Selawat kepada Nabi Muhammad SAW
Selain berzikir, umat Islam dianjurkan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selawat merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada Rasulullah SAW.
Salah satu keutamaan selawat disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa mengucapkan selawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan selawat kepadanya sebanyak sepuluh kali." (HR Muslim)
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan berselawat. Amalan ini dapat dilakukan secara rutin sebagai bagian dari ibadah sehari-hari.
Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, selawat juga mengingatkan umat Islam untuk mempelajari dan meneladani ajaran serta akhlak beliau.
8. Tadarus Al-Qur'an
Tadarus Al-Qur'an merupakan amalan lain yang dapat dilakukan secara rutin. Dalam Islam, rezeki memiliki makna luas dan tidak terbatas pada materi atau uang, tetapi juga dapat berupa kesehatan, ketenteraman, serta kebahagiaan.
Dalam buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur'an, Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur'an.
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Apakah salah satu dari kalian senang jika saat kembali kepada keluarga ia mendapati tiga ekor unta betina yang besar dan gemuk?" Para sahabat menjawab, "Ya." Kemudian beliau bersabda, "Tiga ayat Al-Qur'an yang dibaca dalam salat lebih baik baginya dari tiga ekor unta betina yang besar dan gemuk." (HR Muslim)
Hadis tersebut menegaskan keutamaan membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu, umat Islam dianjurkan membiasakan tadarus, memahami kandungannya, dan mengamalkan ajaran yang terdapat di dalamnya.
Itulah delapan amalan yang dapat dilakukan umat Islam sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar memohon kelapangan rezeki kepada Allah SWT. Selain menjalankan amalan tersebut, umat Islam juga perlu bekerja dengan sungguh-sungguh, bersyukur atas nikmat yang diterima, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. (detik)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Gaya Hidup |



01
02
03
04
05
