JAKARTA - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mengimbau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) meningkatkan kewaspadaan menyusul penerbitan imbauan perjalanan atau travel warning ke Arab Saudi oleh sejumlah negara.
Sekretaris Jenderal DPP AMPHURI, Zaky Zakaria Anshary, mengatakan penyelenggara umrah perlu memastikan status dan rute penerbangan yang digunakan jemaah. Selain itu, PPIU diminta memantau keberadaan jemaah serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi perubahan jadwal atau gangguan operasional.
“Kami juga mengimbau seluruh PPIU anggota AMPHURI untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan status dan rute penerbangan, memantau keberadaan jemaah, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi perubahan jadwal atau gangguan operasional,” kata Zaky dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (16/10/2026).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi perjalanan udara.
AMPHURI juga mengapresiasi imbauan pemerintah Indonesia agar jemaah umrah menggunakan penerbangan langsung ke Arab Saudi sebagai salah satu upaya mengantisipasi potensi gangguan perjalanan.
Evaluasi Situasi Keamanan Secara Berkala
Zaky mengatakan, setiap negara memiliki penilaian risiko dan kebijakan perlindungan warga negaranya masing-masing dalam menerbitkan travel warning ke Arab Saudi.
Menurut dia, pemerintah Indonesia perlu terus mengevaluasi situasi keamanan secara berkala melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, perwakilan Indonesia di Arab Saudi, otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta penyelenggara perjalanan umrah.
Bagi AMPHURI, keselamatan dan perlindungan jemaah merupakan prioritas utama, terutama ketika situasi keamanan dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.
Umrah Tidak Otomatis Dihentikan
Zaky menyampaikan, penerbitan imbauan perjalanan ke Arab Saudi oleh sejumlah negara tidak serta-merta berarti seluruh kegiatan ibadah umrah di Makkah dan Madinah harus dihentikan.
“Wilayah geografis Arab Saudi lebih luas dari Indonesia, artinya tidak semua wilayah Saudi dalam kondisi tegang. Namun, situasi yang dinamis ini tetap harus direspons dengan kehati-hatian dan kesiapsiagaan yang tinggi,” kata Zaky.
Meski demikian, AMPHURI menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
PPIU diminta memastikan informasi terkini mengenai penerbangan yang digunakan jemaah serta menyiapkan prosedur penanganan apabila terjadi perubahan jadwal maupun gangguan perjalanan. (Kompas)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Nasional |



01
02
03
04
05
