Rabu, 14 Oktober 2026

Breaking News

  • Bukan Sekedar Ngopi, Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati   ●   
  • Otoxpert Pekanbaru Tawarkan Promo Servis Diesel 2GD, Hemat hingga Rp800 Ribu   ●   
  • Bupati Siak Perpanjang SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu, Dapat Gaji 13 dan THR   ●   
  • Permudah Anggota Bertransaksi, IKLA-RGS Gandeng Bank Nagari Terbitkan KTA Digital   ●   
  • DPRD Rohul Gelar Paripurna Hari Jadi ke-27, Sumiartini Tekankan Sinergi dan Pemerataan Pembangunan   ●   
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?
Rabu 14 Oktober 2026, 09:42 WIB

SILATURRAHMI merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat, silaturahmi juga dikaitkan dengan kelapangan rezeki dan panjang umur sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Lantas, bagaimana memahami hadis tersebut jika umur dan rezeki setiap manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan persoalan ini melalui pembahasan mengenai hubungan silaturahmi dengan ketetapan Allah.

Makna Hadis tentang Silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik.

Dalam penjelasannya, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menerangkan bahwa hadis ini bukan berarti setiap manusia memiliki dua kemungkinan umur yang berbeda, yakni satu umur ketika menyambung silaturahmi dan umur lainnya ketika memutuskan hubungan kekerabatan.

Menurut beliau, umur manusia tetap berada dalam ketetapan Allah. Namun, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya melakukan amalan yang membawa kebaikan, termasuk menyambung tali silaturahmi.

Beliau memberikan perumpamaan tentang seseorang yang ingin memiliki anak. Orang tersebut dianjurkan menikah sebagai salah satu jalan untuk memperoleh keturunan. Demikian pula silaturahmi, yang dianjurkan sebagai jalan untuk memperoleh kelapangan rezeki dan keberkahan umur.

Manusia tidak mengetahui secara pasti apa yang telah ditetapkan Allah baginya. Karena itu, hadis tersebut menjadi motivasi agar umat Islam menjalankan amalan yang dianjurkan.

Kelapangan Rezeki dan Panjang Umur dalam Perspektif Takdir

Syaikh Al-‘Utsaimin juga menjelaskan bahwa kelapangan rezeki dan panjang umur dapat dipahami secara relatif. Dalam kehidupan, ada orang yang menjaga silaturahmi, tetapi meninggal pada usia yang relatif muda.

Menurut penjelasan beliau, keadaan tersebut tidak bertentangan dengan ketetapan Allah. Silaturahmi tetap merupakan amalan yang dianjurkan, sementara umur setiap manusia berakhir pada waktu yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Oleh sebab itu, keyakinan terhadap takdir tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan silaturahmi. Sebaliknya, seorang Muslim tetap dianjurkan menjaga hubungan dengan keluarga dan kerabat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Qadha dan Qadar Dapat Menguatkan Keimanan

Selain membahas silaturahmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan peran iman kepada qadha dan qadar dalam kehidupan seorang Muslim.

Menurut beliau, iman kepada ketetapan Allah dapat membantu seseorang dalam urusan agama maupun dunia. Keyakinan bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah seharusnya mendorong seorang Muslim untuk tetap berusaha mencapai tujuan yang baik.

Beliau juga menyinggung pelajaran dari sejarah kaum Muslimin yang meraih kemenangan meskipun jumlah dan persiapan mereka terbatas. Dalam penjelasannya, keyakinan terhadap janji Allah serta iman kepada qadha dan qadar menjadi bagian penting dari sikap mereka.

Dengan demikian, iman kepada takdir bukan alasan untuk berpangku tangan. Seorang Muslim tetap perlu berikhtiar, menjalankan sebab-sebab yang baik, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menekankan bahwa keyakinan terhadap takdir perlu berjalan seiring dengan ikhtiar dan ketaatan. Silaturahmi tetap perlu dijaga, sedangkan iman kepada qadha dan qadar seharusnya menguatkan seseorang untuk terus berusaha dalam menjalani kehidupan.(almanhaj)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Selasa 06 Oktober 2026
BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa 06 Oktober 2026
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Media Sosial Bergemuruh: King Indo Jadi King ASEAN

Jumat 02 Oktober 2026
Pawang Perkasa Bukan Sekadar Berkemah, Pramuka Bengkalis Didorong Berbakti dan Berkarya

Kamis 01 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Subsidi Upah Rp300 Ribu per Bulan untuk 13,3 Juta Pekerja

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top