SHOLAT dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dikerjakan pada pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur dan memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Anjuran mengerjakan sholat dhuha juga disampaikan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Salah satunya diriwayatkan Abu Hurairah RA yang menceritakan pesan Nabi Muhammad SAW mengenai tiga amalan.
"Kekasihku SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat dhuha, dan sholat witir sebelum tidur." (HR Bukhari dan Muslim)
Dikutip dari buku Panduan Shalat Lengkap karya Sa'id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani, sholat dhuha termasuk sunnah muakkad, yakni ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Imam Nawawi dalam Syarhu an-Nawawi alaa Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa hadis-hadis mengenai sholat dhuha saling menguatkan dan menunjukkan keutamaan ibadah tersebut.
Sejumlah hadis menerangkan keutamaan sholat dhuha, mulai dari nilai sedekah hingga pahala yang dijanjikan Allah SWT. Berikut lima keutamaan sholat dhuha yang dirangkum dari berbagai riwayat hadis.
1. Bernilai Sedekah
Sholat dhuha dapat menjadi amalan yang setara dengan sedekah atas persendian tubuh manusia. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dzar RA.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pagi, setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah. Tasbih, tahmid, tahlil, takbir, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran termasuk sedekah.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dua rakaat sholat dhuha dapat mencukupi sedekah tersebut.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.
2. Menjadi Sebab Dicukupkannya Kebutuhan hingga Sore
Keutamaan berikutnya berkaitan dengan janji Allah SWT untuk mencukupi kebutuhan hamba-Nya yang mengerjakan sholat dhuha.
Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Abu Darda RA, Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah SWT:
"Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari." (HR Tirmidzi)
Hadis tersebut menjadi salah satu landasan anjuran mengerjakan sholat dhuha sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah SWT.
3. Sholat Sunnah untuk Menyempurnakan Kekurangan Sholat Wajib
Sholat sunnah juga memiliki peran dalam penyempurnaan amal ibadah pada hari perhitungan kelak.
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sholat merupakan amalan pertama yang diperiksa pada hari kiamat.
Apabila terdapat kekurangan dalam sholat wajib, amalan sholat sunnah dapat diperhitungkan untuk menyempurnakan kekurangan tersebut, sebagaimana diterangkan dalam hadis.
Karena itu, menjaga sholat wajib tetap menjadi kewajiban utama, sedangkan sholat sunnah seperti dhuha menjadi amalan tambahan yang dianjurkan.
4. Menjadi Amalan yang Diharapkan Menghapus Dosa
Sholat dhuha juga dikaitkan dengan keutamaan pengampunan dosa dalam sejumlah riwayat.
Dalam hadis yang dinukil dari Rasulullah SAW disebutkan:
"Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hadis tersebut kerap dijadikan pengingat bagi umat Islam untuk menjaga ibadah sunnah. Pengampunan dosa tetap merupakan hak Allah SWT dan perlu disertai kesungguhan dalam bertobat serta memperbaiki diri.
5. Dijanjikan Istana di Surga
Keutamaan lainnya disebutkan dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Anas bin Malik RA. Hadis tersebut menerangkan keutamaan mengerjakan sholat dhuha sebanyak 12 rakaat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat akan dibangunkan istana dari emas di surga.
Riwayat ini disebutkan dalam kitab hadis Tirmidzi dan Ibnu Majah.
Berbagai keutamaan tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk membiasakan sholat dhuha sesuai kemampuan, tanpa mengabaikan kewajiban sholat lima waktu.
Wallahu a'lam bishawab. (detik)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Gaya Hidup |



01
02
03
04
05
