Pawang Perkasa Scout Camp Jilid III Tahun 2026, Jumat (2/10/2026).dibuka Ketua Kwartir Pramuka cabang Bengkalis Edi Sakura.BENGKALIS — Pawang Perkasa Scout Camp Jilid III Tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang mendirikan tenda dan berkumpulnya anggota Pramuka. Perkemahan Penegak dan Pandega se-Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bengkalis ini diarahkan menjadi ruang untuk belajar, mengabdi, membangun kepemimpinan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Bengkalis Edi Sakura, S.Pd., M.Pd., menegaskan, semangat tersebut menjadi pembeda Pawang Perkasa tahun ini. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung 2-4 Oktober 2026 itu dirancang tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga membentuk karakter anggota Pramuka agar mampu menghadapi tantangan zaman.
“Pawang Perkasa bukan sekadar perkemahan biasa. Di tahun ketiga ini, kita mengusung semangat yang lebih besar. Kalau dilihat dari juknisnya, kegiatannya sangat lengkap. Tidak hanya berkemah, tapi berbakti,” ujar Edi Sakura saat membuka Pawang Perkasa Scout Camp Jilid III Tahun 2026, Jumat (2/10/2026).
Salah satu bentuk pengabdian itu diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan Kelapapati Laut bersama kelompok mangrove. Edi menyebut kegiatan tersebut sebagai implementasi nyata Dasa Darma Pramuka kedua, yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. “Mangrove adalah benteng kita,” tegasnya.
Selain pengabdian lingkungan, peserta juga dibekali pengetahuan untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan generasi muda. Sejumlah agenda edukatif disiapkan, di antaranya sosialisasi bahaya narkoba, pentingnya bela negara dan kepemimpinan atau leadership.
Menurut Edi, materi tersebut penting bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega. Mereka tidak cukup hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga harus memiliki daya tahan menghadapi berbagai ancaman zaman serta kemampuan memimpin diri sendiri maupun kelompok.
Pawang Perkasa juga menjadi arena bagi peserta untuk menguji kreativitas. Sebanyak enam perlombaan disiapkan, yakni Lomba Reportase, Paper Terbaik (Esai), Sangga Terbaik, Creative Video, Tapak Perkemahan dan Pentas Seni. “Kita tidak hanya berlomba, tapi berkarya. Tunjukkan karya terbaik dari sangga masing-masing,” kata Edi.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan dan kekompakan sangga, serta mematuhi aturan yang berlaku di bumi perkemahan. Lebih dari itu, setiap peserta diminta menjaga nama baik gugus depan dan kwartir ranting masing-masing.
“Manfaatkan pertemuan Penegak Pandega se-Kwarcab Bengkalis ini sebagai ajang persaudaraan,” pesannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Disparbudpora, Kodim, Polres dan Kepala Desa Kelapapati atas dukungan serta fasilitasi sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. “Sinergi inilah yang membuat Gerakan Pramuka tetap relevan,” ujarnya.
Khusus kepada Dewan Kerja Cabang (DKC) Bengkalis dan Sangga Kerja Pawang Perkasa Scout Camp III, Edi memberikan apresiasi khusus. DKC baru saja melaksanakan pergantian antarwaktu (PAW) pada 29 September 2026, namun belum genap sepekan langsung bergerak mempersiapkan perkemahan besar tersebut. “Ini bukti bahwa DKC Bengkalis adalah DKC yang bekerja, bukan hanya terbentuk di atas kertas. Terima kasih atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya,” pungkas Edi Sakura.
| Editor | : | Alfis |
| Kategori | : | Bengkalis |



01
02
03
04
05
