Selasa, 29 September 2026

Breaking News

  • Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu per Kilogram, Belanja Rumah Tangga Tertekan   ●   
  • Kabut Asap Kembali Selimuti Siak, BPBD Pastikan Nihil Titik Api   ●   
  • Beasiswa BeTUNAS 2026 Dibuka Pemkab Siak, Sasar Mahasiswa hingga Hafidz dan Hafidzah   ●   
  • Kabar Baik dari Tesso Nilo, Gajah Lisa Lahirkan Anak Jantan dalam Kondisi Sehat   ●   
  • Leo/Daniel Sumbang Emas Asian Games 2026 Usai Taklukkan Ganda Putra China   ●   
Dollar AS Tembus Rp18.000
Selasa 29 September 2026, 13:15 WIB
Ilustrasi

JAKARTA- Dolar AS kembali menembus Rp18.000 terhadap rupiah pada Rabu, 29 September 2026. BI menyebut tekanan global dan kebutuhan valas ikut memengaruhi pelemahan rupiah.

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini. Mata uang Paman Sam itu bahkan sempat menembus level Rp 18.000 pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS menyentuh level Rp 18.000 pada awal pembukaan perdagangan. Kemudian mata uang Paman Sam itu perlahan turun meski tercatat menguat 0,08% ke level Rp 17.989 pukul 09.25 WIB.

Kemudian tak berselang lama, dolar AS kembali menguat 0,13% ke level Rp 18.002 pukul 09.27 WIB. Sepanjang hari ini, dolar AS diperkirakan bergerak pada rentang Rp 17.987 hingga Rp 18.007.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Senin (28/9), dolar AS diketahui berada pada level 17.978. Sepanjang tahun 2026, dolar AS tercatat menguat hingga 7,85%.

Sementara berdasarkan data RTI Business, dolar AS menguat 0,06% ke level Rp 17.979. Mata uang Paman Sam itu bergerak menguat 7,81% sepanjang tahun 2026.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran atas tekanan inflasi global dan risiko fiskal, sejalan dengan kenaikan harga minyak hingga di atas US$ 108 per barel di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

Hal ini mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) lebih lanjut, sehingga yield UST tenor 10 tahun kembali naik ke level 5,23%, tertinggi sejak 2007. Secara umum, Bank Indonesia juga menilai pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan regional, dengan pelemahan**

 




Editor : jr
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 29 September 2026
Emas Antam Kembali Turun, Simak Harga 0,5 Gram hingga 1 Kilogram

Minggu 27 September 2026
Milad ke-3 PPSKS, Kasmarni Ajak Perkuat Persaudaraan dan Bangun Bengkalis Bersama

Selasa 22 September 2026
Gaji Bukan Segalanya, 12 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Wujudkan Financial Freedom

Jumat 18 September 2026
Jangan Jadikan Takdir Alasan Bermalas-malasan, Takdir Bukan Alasan Berhenti Berusaha

Kamis 17 September 2026
2027 Punya 18 Hari Libur Nasional, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa 15 September 2026
TNI AL Sambangi Pesisir Bantan, Narkoba dan Abrasi Jadi Sorotan

Sabtu 12 September 2026
Catat, Ini Perkiraan Libur Hari Besar Islam Tahun 2027

Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top