Minggu, 20 September 2026

Breaking News

  • Serangan Houthi ke Saudi Dikecam   ●   
  • Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Memburuk, PM2.5 Capai 253 µg/m³ Malam Ini   ●   
  • MTQ Nasional XXXI Ditutup, Kalimantan Timur Raih Gelar Juara Umum   ●   
  • Basarnas Temukan Lagi Satu Korban KM Virgo, 125 Orang Masih Dicari   ●   
  • Pemimpin Dunia Kembali ke New York, Konflik Timur Tengah dan Ukraina Jadi Sorotan Sidang Umum PBB   ●   
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Memburuk, PM2.5 Capai 253 µg/m³ Malam Ini
Minggu 20 September 2026, 22:16 WIB
Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (20/9/2026) malam. Berdasarkan data BMKG konsentrasi PM2.5 mencapai 253 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB atau masuk kategori Berbahaya.

 

PEKANBARU — Kualitas udara Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Minggu malam, 20 September 2026. Setelah sempat membaik akibat hujan, konsentrasi partikulat halus PM2.5 kembali melonjak hingga 253 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 19.00 WIB, berdasarkan pemantauan yang merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Angka tersebut sudah berada di atas ambang 250,5 µg/m³, yang dalam klasifikasi BMKG masuk kategori “Berbahaya”. BMKG menetapkan rentang PM2.5 lebih dari 250,5 µg/m³ sebagai kategori berbahaya.

Kondisi ini menjadi perubahan tajam setelah hujan yang mengguyur Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau sebelumnya sempat membantu membersihkan partikulat di udara.

Pada Sabtu pagi, misalnya, konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sempat tercatat 9,9 µg/m³ atau kategori baik setelah hujan turun. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama.

Dilaporkan berdasarkan data BMKG bahwa pada Minggu pukul 19.00 WIB, PM2.5 Pekanbaru mencapai 253 µg/m³ dan masuk zona berbahaya. Kabut asap kembali dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Asap kembali menjadi perhatian

Kembalinya kualitas udara ke level berbahaya menunjukkan bahwa turunnya hujan belum otomatis mengakhiri persoalan karhutla.

Hujan memang dapat membantu membasahi lahan dan menekan partikulat di udara. Namun, apabila masih terdapat lahan yang menyimpan bara atau kembali muncul titik api, asap dapat kembali terbawa angin menuju wilayah perkotaan.

BMKG sendiri menyediakan pemantauan PM2.5 secara near real-time serta pemodelan sebaran partikulat kabut asap hingga tiga hari ke depan. Informasi tersebut mempertimbangkan konsentrasi partikulat dan parameter meteorologi seperti suhu, kelembapan serta angin.

Data prediksi BMKG yang diperbarui 19 September juga menunjukkan bahwa sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya pada 20–22 September.

Dampak bagi kesehatan

PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Ketika konsentrasinya tinggi, masyarakat berisiko mengalami gangguan kesehatan, terutama kelompok rentan.

Kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih antara lain:

  • anak-anak;
  • lansia;
  • ibu hamil;
  • penderita asma;
  • penderita penyakit paru;
  • penderita penyakit jantung; dan
  • masyarakat yang harus bekerja atau beraktivitas cukup lama di luar ruangan.

Dalam kondisi udara berbahaya, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat.

Masyarakat yang harus keluar rumah juga dianjurkan menggunakan masker yang mampu menyaring partikulat halus serta menghindari berada terlalu lama di kawasan yang berasap.

Bagaimana dengan sekolah Pekanbaru?

Persoalan kualitas udara juga sebelumnya telah berdampak langsung terhadap kegiatan pendidikan.

Pemko Pekanbaru pada 16–18 September 2026 kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk jenjang PAUD/TK hingga SMP karena memburuknya kualitas udara. Pemko saat itu membuka kemungkinan memperpanjang PJJ apabila kondisi udara belum membaik.

Untuk jenjang SMA, SMK dan SLB, Dinas Pendidikan Provinsi Riau sebelumnya menerapkan PJJ pada 16–18 September dan menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka direncanakan kembali pada Senin, 21 September 2026, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi udara masing-masing daerah.

Dengan kondisi PM2.5 kembali mencapai level berbahaya pada Minggu malam, perkembangan data BMKG menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah dan satuan pendidikan sebelum menentukan langkah pembelajaran pada Senin.

Pemerintah tetap perlu waspada

Membaiknya udara setelah hujan sebelumnya juga mendapat perhatian BPBD dan kepolisian. Pemerintah mengingatkan bahwa turunnya hujan bukan berarti ancaman karhutla telah selesai.

BPBD Riau menyatakan hujan membantu membasahi lahan dan menekan potensi munculnya titik api baru, tetapi pemantauan tetap dilakukan karena kondisi cuaca dapat berubah. Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Dengan kembali tingginya PM2.5 malam ini, upaya pencegahan karhutla, pemantauan titik panas, pemadaman serta pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran tetap diperlukan.

Warga diminta tidak panik, tetapi waspada

Kondisi udara berbahaya malam ini tidak berarti masyarakat harus panik. Namun, data tersebut perlu menjadi dasar untuk mengurangi paparan asap dan partikulat.

Bagi masyarakat Pekanbaru, langkah paling sederhana malam ini adalah mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup pintu dan jendela ketika asap masuk, menggunakan penyaring udara bila tersedia, serta memantau perkembangan kualitas udara dari sumber resmi.

Kondisi udara juga dapat berubah dalam beberapa jam. Karena itu, angka 253 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB sebaiknya dibaca sebagai kondisi pada waktu pengamatan tersebut, bukan jaminan bahwa angka akan tetap sama sepanjang malam.(*)

 




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 18 September 2026
Jangan Jadikan Takdir Alasan Bermalas-malasan, Takdir Bukan Alasan Berhenti Berusaha

Kamis 17 September 2026
2027 Punya 18 Hari Libur Nasional, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa 15 September 2026
TNI AL Sambangi Pesisir Bantan, Narkoba dan Abrasi Jadi Sorotan

Sabtu 12 September 2026
Catat, Ini Perkiraan Libur Hari Besar Islam Tahun 2027

Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top