Sekretaris Jenderal PBB António Guterres berbicara dalam konferensi pers menjelang rangkaian High-Level Week Sidang Umum PBB 2026 di Markas Besar PBB, New York, 16 September 2026. Foto: Lev Radin
NEW YORK — Para pemimpin dunia mulai berkumpul di New York menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 yang memasuki rangkaian agenda tingkat tinggi pada pekan ini.
Sidang tahun ini berlangsung di tengah sejumlah persoalan internasional, termasuk konflik di Timur Tengah dan Ukraina, ketegangan geopolitik, keamanan pangan dan energi, serta meningkatnya perhatian terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Reuters melaporkan hampir 130 kepala negara dan pemerintahan dijadwalkan menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan kembali hadir di PBB. Sementara itu, Presiden China Xi Jinping tidak menghadiri pertemuan di New York dan memilih melakukan pertemuan bilateral dengan Trump di Washington pada Kamis mendatang.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga menjadikan risiko AI sebagai salah satu perhatian utama. Menurut Guterres, perkembangan teknologi tersebut membutuhkan aturan dan pengamanan bersama agar persaingan pengembangan AI tidak menimbulkan risiko besar bagi masyarakat internasional.
Konflik Timur Tengah juga menjadi agenda penting. Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran serta aktivitas kelompok Houthi di kawasan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dan energi global.
Situasi di Ukraina juga tetap menjadi agenda utama. Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung lebih dari empat tahun dan terus berdampak terhadap keamanan, pangan serta harga energi dunia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dijadwalkan menyampaikan pandangan masing-masing dalam rangkaian Sidang Umum PBB.
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali tidak dapat hadir secara langsung setelah Amerika Serikat tidak memberikan visa. Majelis Umum PBB telah menyetujui agar Abbas menyampaikan pidato melalui video.
Menurut kalender resmi PBB, General Debate tingkat tinggi dijadwalkan berlangsung pada 22–28 September 2026. Tema Sidang Umum PBB tahun ini adalah “Restoring trust, managing transformation: A United Nations that delivers for all.” (*)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
