Sabtu, 19 September 2026

Breaking News

  • BPOM Tegaskan Skin Booster hADM yang Viral di Korea Belum Berizin di Indonesia   ●   
  • Prabowo: Pendidikan Negeri dari SD hingga Universitas Harus Gratis   ●   
  • Indonesia Tantang Jepang di Semifinal Soft Tenis Asian Games 2026   ●   
  • Trump Larang CNN, BBC dan NYT Masuk Gedung Putih   ●   
  • Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta, Segera Jadi Bagian TNI AL   ●   
Minum Kopi Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Usus?
Sabtu 19 September 2026, 07:19 WIB

JAKARTA - Kopi tidak hanya dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga memiliki kaitan dengan aktivitas saluran pencernaan. Pada sebagian orang, kopi dapat membantu merangsang buang air besar (BAB). Namun, bagi sebagian lainnya, kopi justru dapat menimbulkan keluhan seperti refluks asam, iritasi lambung, hingga diare.

Karena itu, efek konsumsi kopi setiap hari terhadap kesehatan pencernaan dapat berbeda pada setiap orang. Faktor seperti kondisi saluran pencernaan, jumlah kopi yang dikonsumsi, serta waktu mengonsumsinya turut memengaruhi respons tubuh.

Dilansir dari EatingWell, 17 September, sejumlah ahli menjelaskan beberapa efek kopi terhadap sistem pencernaan.

1. Membantu BAB lebih teratur

Ahli gastroenterologi Linda Nguyen, MD, mengatakan kopi dapat merangsang aktivitas saluran pencernaan. Salah satu mekanismenya berkaitan dengan refleks gastrokolik yang dapat mendorong pergerakan usus, terutama setelah minum kopi pada pagi hari.

Kopi, termasuk kopi tanpa kafein, dapat merangsang kontraksi peristaltik yang membantu menggerakkan isi saluran pencernaan. Sementara itu, kafein dapat memberikan stimulasi tambahan terhadap motilitas gastrointestinal.

Efek tersebut tidak selalu berarti positif atau negatif. Bagi orang yang cenderung mengalami sembelit, stimulasi pergerakan usus dapat membantu keteraturan BAB. Sebaliknya, orang yang rentan mengalami diare atau BAB lebih sering dapat merasakan keluhan yang lebih berat setelah minum kopi.

2. Berpotensi mendukung mikrobioma usus

Mikrobioma usus merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan, terutama usus besar. Keanekaragaman mikroorganisme tersebut berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh, termasuk pencernaan, metabolisme, dan sistem kekebalan.

Kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk polifenol. Senyawa tersebut dapat berinteraksi dengan mikroorganisme di dalam usus.

Sejumlah penelitian yang dikutip EatingWell mengaitkan konsumsi kopi dengan perubahan komposisi mikrobioma, termasuk peningkatan beberapa jenis bakteri yang dianggap bermanfaat. Namun, respons mikrobioma terhadap kopi tetap dapat berbeda pada setiap individu.

3. Merangsang sekresi pencernaan

Efek kopi juga tidak hanya terjadi di usus. Menurut ahli gastroenterologi Malieckal, kopi dapat merangsang pelepasan gastrin, yaitu hormon yang berperan dalam peningkatan produksi asam lambung.

Kopi juga disebut dapat memengaruhi pelepasan asam empedu melalui mekanisme yang melibatkan hormon kolesistokinin. Hormon tersebut berperan dalam kontraksi kantung empedu dan pelepasan enzim pankreas yang dibutuhkan dalam proses pencernaan.

Rasa pahit kopi diduga turut berperan dalam proses tersebut. Rangsangan dari rasa pahit dapat mengaktifkan sinyal pada sistem saraf yang kemudian memengaruhi organ-organ pencernaan.

4. Dapat memicu refluks, iritasi lambung hingga diare

Meski memiliki sejumlah efek potensial terhadap sistem pencernaan, kopi tidak selalu cocok bagi semua orang.

Sebagian orang dapat mengalami peningkatan refluks asam, rasa tidak nyaman pada lambung, kembung, atau diare setelah minum kopi. Keluhan tersebut dapat lebih terasa apabila kopi dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.

Orang dengan kondisi seperti gastroesophageal reflux disease (GERD), dispepsia fungsional, atau sindrom iritasi usus besar juga dapat lebih sensitif terhadap efek kopi.

Ahli Glinski menjelaskan, kopi dapat memengaruhi sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup yang membantu mencegah isi lambung naik ke kerongkongan. Bersamaan dengan peningkatan produksi asam lambung, kondisi tersebut dapat memperburuk gejala refluks pada sebagian orang.

Selain saluran pencernaan, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan juga dapat memengaruhi sistem saraf. Beberapa orang dapat mengalami rasa gelisah, sulit tidur, atau kewaspadaan berlebihan.

Dengan demikian, efek minum kopi setiap hari sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu. Jika kopi menimbulkan keluhan pencernaan, jumlah konsumsi dapat dikurangi dan respons tubuh perlu diperhatikan.

Sejumlah ahli yang dikutip EatingWell menyebut konsumsi sekitar 1–3 cangkir kopi per hari sebagai jumlah yang dapat dipertimbangkan bagi orang yang dapat mentoleransinya. Namun, kebutuhan dan toleransi kafein setiap orang berbeda. (detik)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 18 September 2026
Jangan Jadikan Takdir Alasan Bermalas-malasan, Takdir Bukan Alasan Berhenti Berusaha

Kamis 17 September 2026
2027 Punya 18 Hari Libur Nasional, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa 15 September 2026
TNI AL Sambangi Pesisir Bantan, Narkoba dan Abrasi Jadi Sorotan

Sabtu 12 September 2026
Catat, Ini Perkiraan Libur Hari Besar Islam Tahun 2027

Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top