Warga melintas di depan papan reklame terkait Selat Hormuz di Teheran, Iran. Situasi Selat Hormuz menjadi perhatian internasional di tengah konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Sumber foto: Reuters
NEW YORK – Konflik Amerika Serikat dan Iran memasuki bulan ketujuh ketika perhatian internasional tertuju pada agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dilaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan kembali menghadapi para pemimpin dunia di PBB di tengah perang yang belum berakhir dan meningkatnya ketidakstabilan kawasan Timur Tengah. Trump sebelumnya mengatakan berharap konflik tersebut segera berakhir.
Perkembangan konflik juga berdampak terhadap jalur pelayaran energi. Data Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan hanya empat kapal komoditas yang melewati Selat Hormuz pada Kamis, jauh di bawah rata-rata 10 hari sebanyak 16 kapal.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting perdagangan energi dunia. Penurunan lalu lintas kapal tersebut terjadi ketika ketegangan regional meningkat dan jalur alternatif seperti Bab el-Mandeb juga menghadapi risiko keamanan.
Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat menyatakan akan mengizinkan sejumlah pejabat tinggi Iran menghadiri Sidang Umum PBB pekan depan, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Sumber : Reuters
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
