Rabu, 16 September 2026

Breaking News

  • Keynote Speech Syahrul Aidi Maazat Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI   ●   
  • Kapolda Riau dan Pangdam Tinjau Karhutla di Inhu   ●   
  • Lapas Pasir Pengaraian Lepas Mahasiswa Magang UPP   ●   
  • Pria di Barak ATMP Tewas Akibat Korban Tindak Kekerasan    ●   
  • Pujianto Asal Sabak Auh Jadi Pemenang Sayembara Logo Hari Jadi Siak ke 27, Karyanya Jadi Logo Resmi   ●   
Keynote Speech Syahrul Aidi Maazat Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI
Rabu 16 September 2026, 17:23 WIB
Keynote speaker Webinar “Merajut Nusantara”, Drs. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., Anggota Komisi I DPR RI, menyampaikan pandangannya mengenai tantangan jurnalisme di era kecerdasan buatan (AI), khususnya terkait kebebasan pers, keamanan digital, dan kebutuhan regulasi yang adaptif.

 

Jakarta — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap dunia jurnalistik. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dan kecepatan dalam produksi serta distribusi informasi. Namun di sisi lain, AI juga menghadirkan tantangan baru terkait kebebasan pers, keamanan digital, akurasi informasi, hingga regulasi.

Hal tersebut menjadi salah satu isu utama dalam Webinar “Merajut Nusantara” bertajuk “Jurnalisme di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital, dan Regulasi”, yang digelar secara daring melalui Zoom, Rabu (16/9/2026).

Webinar tersebut menghadirkan Drs. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., Anggota Komisi I DPR RI, sebagai keynote speaker. Sementara narasumber lainnya adalah Ir. Woro Indah Widiastuty, MT, serta Dr. Aza El Munadiyan, S.Si., M.M., AMIPR, dengan Indah Hudria, M.Pd. sebagai moderator.

AI dan Masa Depan Jurnalisme

Dalam keynote speech-nya, Syahrul Aidi Maazat menempatkan perkembangan AI sebagai bagian penting dari perubahan ekosistem komunikasi dan informasi saat ini. Kehadiran teknologi AI tidak lagi sekadar menjadi inovasi di bidang teknologi, tetapi telah masuk ke berbagai tahapan kerja jurnalistik, mulai dari pengumpulan informasi, pengolahan data, penulisan, hingga distribusi berita.

Perubahan tersebut menuntut insan pers untuk tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga tetap menjadikan prinsip-prinsip jurnalistik sebagai pijakan utama.

Kecepatan yang ditawarkan AI, menurut perspektif yang diangkat dalam kegiatan tersebut, tidak boleh mengesampingkan akurasi, verifikasi, independensi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Tantangan tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Teknologi AI dapat membantu mempercepat pekerjaan jurnalistik, tetapi pada saat yang sama juga berpotensi dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi palsu, manipulasi konten, maupun deepfake yang dapat membingungkan masyarakat.

Kebebasan Pers dan Keamanan Digital

Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang memiliki perhatian terhadap bidang komunikasi, informasi dan teknologi, perspektif Syahrul Aidi dalam forum tersebut juga menjadi penting dalam melihat hubungan antara perkembangan teknologi dan kebebasan pers.

Kemajuan teknologi digital perlu diimbangi dengan ekosistem informasi yang mampu memberikan ruang bagi kebebasan pers sekaligus menjamin keamanan bagi para pekerja media.

Di era digital, jurnalis menghadapi bentuk ancaman yang semakin beragam, tidak hanya tekanan dalam bentuk fisik, tetapi juga serangan siber, peretasan akun, pencurian data, penyebaran informasi pribadi, hingga intimidasi melalui ruang digital.

Karena itu, literasi digital dan keamanan siber menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme jurnalistik modern.

Regulasi Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi
Persoalan lainnya adalah bagaimana regulasi mampu mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.

AI berkembang jauh lebih dinamis dibandingkan proses pembentukan regulasi. Kondisi ini membuat diperlukan pendekatan regulasi yang mampu menjaga kepentingan publik tanpa menghambat inovasi dan kebebasan berekspresi.

Dalam konteks tersebut, jurnalisme tetap memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar demokrasi. Teknologi seharusnya menjadi instrumen yang memperkuat fungsi pers dalam memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat, bukan justru menjadi ancaman terhadap independensi dan kredibilitas media.

Webinar “Merajut Nusantara” menjadi ruang dialog untuk mempertemukan perspektif praktisi, akademisi, legislator, dan masyarakat dalam melihat masa depan jurnalisme di tengah transformasi teknologi.

Dengan mengangkat isu kebebasan pers, keamanan digital, dan regulasi, kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital membutuhkan kesiapan seluruh pihak. AI dapat menjadi alat yang memperkuat jurnalisme, tetapi kualitas, etika, dan tanggung jawab manusia tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pers.(*)




Editor : Tim
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 15 September 2026
TNI AL Sambangi Pesisir Bantan, Narkoba dan Abrasi Jadi Sorotan

Sabtu 12 September 2026
Catat, Ini Perkiraan Libur Hari Besar Islam Tahun 2027

Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top