Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara dalam acara sertijab di Kementerian Keuangan, Jakarta.
JAKARTA — Purbaya Yudhi Sadewa resmi meninggalkan jabatan Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto menggantinya dengan Suahasil Nazara. Setelah pelantikan Suahasil pada Senin (14/9/2026), proses serah terima jabatan (sertijab) digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Dalam sertijab tersebut, Purbaya menyerahkan jabatan dan memori Menteri Keuangan kepada Suahasil. Prosesi itu sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Purbaya di Kementerian Keuangan setelah sekitar satu tahun menjabat.
Purbaya sebelumnya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo kemudian memberhentikannya dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Purbaya: Terima Kasih atas Kerja Sama Selama Setahun
Dalam sambutannya pada acara sertijab, Purbaya memilih berbicara singkat.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja sama selama satu tahun masa kepemimpinannya.
“Terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini,” ujar Purbaya dalam acara sertijab di Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026).
Purbaya juga mengatakan bahwa dirinya menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Suahasil untuk melanjutkan tugas sebagai Menteri Keuangan.
Purbaya Akui Kecewa, tetapi Sudah Menduga
Sehari setelah pencopotannya, Purbaya mengaku sempat kecewa dengan keputusan tersebut. Namun, ia juga mengatakan telah memperkirakan kemungkinan dirinya diganti.
Dalam wawancara dengan awak media, Purbaya menyatakan dirinya mengetahui keputusan tersebut melalui panggilan telepon secara mendadak. Ia juga mengakui adanya perbedaan pandangan dengan sejumlah pejabat, meskipun menurutnya kebijakan yang dijalankan selama menjadi Menkeu tetap sejalan dengan Presiden Prabowo.
Sementara itu, mengenai isu adanya persoalan internal di Kementerian Keuangan, Purbaya menyebut pergantian tersebut merupakan hak prerogatif Presiden.
Ia juga mengungkap bahwa perombakan pejabat Kemenkeu yang dilakukannya beberapa hari sebelum pencopotan kemungkinan menjadi salah satu faktor pergantian dirinya. Namun, Purbaya tidak menyebut hal tersebut sebagai satu-satunya alasan.
Tak Ingin Kembali Jadi Pejabat
Setelah meninggalkan kursi Menkeu, Purbaya mengatakan belum memiliki rencana untuk kembali menduduki jabatan pemerintahan.
Ia menyampaikan keinginannya untuk beristirahat dan menghabiskan waktu di rumah. Bahkan, Purbaya berseloroh ingin menghabiskan waktunya dengan memancing di belakang rumah.
“Habis ini mau pulang, mancing di belakang rumah,” kata Purbaya, Selasa (15/9/2026).
Purbaya juga menyatakan belum berminat kembali menjadi menteri dalam waktu dekat.
Suahasil Fokus Jaga Kesehatan Keuangan Negara
Sementara itu, Suahasil Nazara resmi mengambil alih kepemimpinan Kementerian Keuangan.
Suahasil bukan orang baru di Kemenkeu. Sebelum ditunjuk menjadi Menteri Keuangan, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan telah lama berkecimpung dalam pengelolaan kebijakan fiskal.
Setelah dilantik, Suahasil menyatakan mendapat arahan Presiden Prabowo untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.
Ia juga memastikan defisit APBN tetap dijaga di bawah 3 persen dari PDB, sesuai batas yang ditetapkan dalam kerangka fiskal Indonesia.
Pergantian tersebut menjadi perhatian pelaku pasar dan dunia usaha karena posisi Menteri Keuangan sangat menentukan arah kebijakan fiskal, pengelolaan APBN, perpajakan, utang pemerintah serta koordinasi kebijakan ekonomi.
Pergantian Menkeu Jadi Sorotan Ekonomi dan Politik
Pencopotan Purbaya berlangsung ketika pemerintah menghadapi sejumlah tantangan ekonomi, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kondisi fiskal, serta perhatian investor terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Purbaya sendiri selama sekitar satu tahun menjabat dikenal memiliki gaya komunikasi yang terbuka dan sejumlah kebijakan ekonomi yang cukup menonjol. Pergantian mendadak tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan di balik keputusan Presiden.
Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi Presiden Prabowo yang menyebut satu alasan tunggal sebagai penyebab pencopotan Purbaya. Karena itu, berbagai analisis mengenai faktor politik, fiskal maupun persoalan internal sebaiknya ditempatkan sebagai analisis atau dugaan, bukan fakta yang sudah dipastikan.(*)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Ekonomi |



01
02
03
04
05
