Kualitas udara Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Selasa (15/9/2026) malam, Pemko Pekanbaru memutuskan kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
PEKANBARU — Kualitas udara Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Selasa (15/9/2026) malam. Berdasarkan pemantauan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus PM2.5 pada pukul 18.00 WIB mencapai 192,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori Sangat Tidak Sehat. Data tersebut merupakan pembaruan yang tersedia pada laman pemantauan kualitas udara BMKG malam ini.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kabut asap di Pekanbaru masih belum berakhir. Sebelumnya, pada Selasa pagi, konsentrasi PM2.5 juga telah berada pada level sangat tinggi. BMKG mencatat PM2.5 mencapai 143,4 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB, setelah pada Senin malam sempat mencapai 253,4 µg/m³, yang masuk kategori berbahaya.
Asap Masih Berpotensi Ganggu Jarak Pandang
BMKG juga memperkirakan kondisi udara kabur akibat asap masih berpotensi terjadi hingga malam dan dini hari. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan jarak pandang sekaligus mempertahankan buruknya kualitas udara di sejumlah wilayah Riau, termasuk Pekanbaru.
Pergerakan asap juga menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi udara. BMKG Pekanbaru melaporkan adanya sebaran asap dari wilayah selatan Sumatera yang bergerak menuju wilayah Sumatera bagian tengah dan utara, termasuk Riau.
Di sisi lain, aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau masih menjadi perhatian. Data yang dilaporkan pada Selasa pagi menunjukkan terdapat 96 titik panas di Riau, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu.
Pemko Pekanbaru Kembali Berlakukan PJJ
Memburuknya kualitas udara tersebut telah mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Pemko Pekanbaru memutuskan kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 16–18 September 2026. Kebijakan tersebut diputuskan setelah rapat koordinasi Pemko Pekanbaru pada Selasa (15/9/2026) menyusul memburuknya kualitas udara.
Kebijakan PJJ tersebut berlaku bagi peserta didik TK hingga SMP sederajat. Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap terhadap anak-anak yang merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Kebijakan ini sekaligus menjadi perubahan dari kebijakan sebelumnya. Pada 10 September, pembelajaran sempat kembali dilakukan secara tatap muka terbatas setelah kualitas udara dinilai membaik, dengan ketentuan sekolah menyesuaikan kegiatan dengan kondisi udara.
Kasus ISPA Ikut Menjadi Perhatian
Buruknya kualitas udara juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sebelumnya mencatat 3.028 warga mengalami ISPA dalam dua pekan, menunjukkan besarnya dampak gangguan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.
Paparan partikulat halus seperti PM2.5 dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Dengan konsentrasi PM2.5 yang masih berada pada kategori Sangat Tidak Sehat, masyarakat Pekanbaru diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Warga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang berat. Apabila harus keluar rumah, penggunaan masker yang mampu menyaring partikulat halus menjadi salah satu langkah perlindungan.
Masyarakat juga dianjurkan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala, menjaga udara dalam ruangan tetap bersih, menghindari sumber asap tambahan seperti pembakaran sampah dan asap rokok, serta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, iritasi mata atau gangguan pernapasan lainnya.
Dinas Kesehatan sebelumnya juga telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan sosialisasi mengenai perlindungan terhadap polusi udara serta memastikan ketersediaan masker bagi masyarakat.
Data BMKG Malam Ini
- Lokasi : Kota Pekanbaru
- Tanggal : Selasa, 15 September 2026
- Waktu pembaruan : 18.00 WIB
- PM2.5 : 192,9 µg/m³
- Kategori : Sangat Tidak Sehat
- Sumber : BMKG
BMKG mendefinisikan PM2.5 sebagai partikel udara berukuran hingga 2,5 mikrometer yang dipantau menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Pekanbaru disarankan tidak mengabaikan kondisi udara malam ini dan terus mengikuti informasi resmi BMKG serta kebijakan pemerintah daerah.(*)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Pekanbaru |



01
02
03
04
05
