Kualitas Udara Pekanbaru Malam Ini Memburuk, PM2.5 Tembus 226 µg/m³.
PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, memburuk pada Senin (14/9/2026) malam. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 meningkat tajam sejak sore hingga malam hari.
Berdasarkan grafik pemantauan BMKG yang diperbarui hingga pukul 19.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai sekitar 226 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB.
Angka tersebut berada dalam zona merah atau kategori Sangat Tidak Sehat.
Sebelumnya, pada pukul 18.00 WIB, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 186 µg/m³, yang juga masuk kategori Sangat Tidak Sehat.
PM2.5 Naik Tajam Menjelang Malam
Tren peningkatan terlihat cukup jelas dalam grafik BMKG yang menunjukkan kondisi udara Pekanbaru sepanjang Senin.
Pada dini hari hingga pagi, konsentrasi PM2.5 masih berada pada kisaran puluhan hingga lebih dari 100 µg/m³. Sekitar pukul 04.00 WIB, konsentrasi sempat turun hingga sekitar 54 µg/m³.
Namun setelah itu, partikulat kembali meningkat.
Pada pukul 16.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada di kisaran 120 µg/m³, kemudian meningkat menjadi sekitar 136 µg/m³ pada pukul 17.00 WIB.
Kondisi memburuk pada pukul 18.00 WIB dengan angka 186 µg/m³, sebelum kembali melonjak pada pukul 19.00 WIB hingga sekitar 226 µg/m³ berdasarkan grafik BMKG yang dikirimkan.
Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara justru semakin buruk ketika memasuki malam hari.
Warga Diminta Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat Pekanbaru, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Dengan konsentrasi PM2.5 yang sudah berada pada kategori Sangat Tidak Sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada saat konsentrasi partikulat sedang tinggi.
Jika harus melakukan aktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang mampu menyaring partikulat halus dapat menjadi salah satu langkah perlindungan.
BMKG menjelaskan bahwa PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni berdiameter hingga 2,5 mikrometer. Pemantauannya dilakukan menggunakan metode Beta Attenuation Monitoring dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kabut Asap Masih Menyelimuti Pekanbaru
Memburuknya kualitas udara tersebut juga terjadi ketika kondisi atmosfer Pekanbaru masih menunjukkan adanya udara kabur di sejumlah wilayah.
Prakiraan BMKG untuk sejumlah kecamatan di Pekanbaru, termasuk Binawidya, Marpoyan Damai, Tenayan Raya, Payung Sekaki dan Rumbai, menunjukkan kondisi udara kabur pada sejumlah periode.
Pada Senin pagi, jarak pandang di kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru juga dilaporkan berada pada kisaran 3.700–4.000 meter, meskipun operasional penerbangan masih berjalan normal.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kabut asap dan partikulat masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai di Pekanbaru.
Data BMKG Menunjukkan Perlu Kewaspadaan
Dengan PM2.5 yang meningkat dari sekitar 136 µg/m³ pada pukul 17.00 WIB menjadi 186 µg/m³ pada pukul 18.00 WIB dan sekitar 226 µg/m³ pada pukul 19.00 WIB, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara malam ini.
Data pukul 19.00 WIB pada grafik yang Anda kirim menjadi angka penting karena menunjukkan konsentrasi PM2.5 sudah mendekati 250 µg/m³, batas atas kategori Sangat Tidak Sehat sebelum masuk kategori Berbahaya.
Sumber: BMKG dan data grafik pemantauan PM2.5 Pekanbaru, 14 September 2026.
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Pekanbaru |



01
02
03
04
05
