Jumat, 11 September 2026

Breaking News

  • JALUR Polda Riau Hadir di Sungai Siak Pekanbaru, Bawa Bantuan dan Layanan Kesehatan Gratis   ●   
  • Berbagi di Jumat Berkah, Kapolsek Binawidya Bagikan Nasi Kotak untuk Ojol dan Warga   ●   
  • Tak Hanya Perintahkan Pasukan, Dansat Brimob Turun Langsung Jinakkan Karhutla dengan X-Fire   ●   
  • Bukan Habitat Aslinya, Lima Bayi Orangutan Ditemukan di Hutan India   ●   
  • Tubuh Sering Lemas? Ahli Gizi Jepang Bagikan 6 Pilihan Makanan Bergizi   ●   
Houthi Kuasai Pelabuhan Mocha Yaman, Ancaman Jalur Energi Dunia Meningkat
Kamis 10 September 2026, 21:39 WIB
Aktivitas di kawasan pesisir Laut Merah, Yaman. Penguasaan kota pelabuhan Mocha oleh kelompok Houthi meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran dan energi terpenting dunia.

 

SANAA — Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan berhasil menguasai kota pelabuhan Mocha di Yaman, yang berada di kawasan strategis Laut Merah.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian internasional karena Mocha berada tidak jauh dari Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran paling strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan selanjutnya menuju Samudra Hindia.

Menurut laporan Reuters, empat sumber militer pemerintah Yaman menyatakan Houthi telah mengambil kendali atas Mocha. Pergerakan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dan distribusi energi global.

Bab el-Mandeb merupakan jalur penting bagi perdagangan dunia, termasuk pengiriman minyak dan berbagai komoditas. Reuters menyebut selat tersebut memiliki lebar sekitar 29 kilometer pada titik tersempitnya dan menjadi pintu selatan menuju Laut Merah serta Terusan Suez.

Harga Minyak Tembus di Atas US$100

Meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut ikut memberikan tekanan terhadap pasar energi dunia.

Harga minyak Brent dilaporkan bertahan di atas US$100 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran bahwa konflik dapat mengganggu jalur pengiriman minyak dunia.

Kekhawatiran semakin besar karena gangguan terhadap Selat Hormuz dan meningkatnya ancaman di kawasan Laut Merah dapat memaksa kapal-kapal mengubah rute pelayaran.

Pakistan sendiri menyatakan belum membahas respons militer berdasarkan pakta pertahanan dengan Arab Saudi dan Turki terkait serangan Houthi. Pemerintah Pakistan mengatakan belum ada tindakan militer yang sedang dibahas saat ini, meskipun Islamabad menyatakan akan menjalankan kewajibannya apabila diperlukan.

Situasi tersebut membuat perkembangan di Yaman tidak lagi hanya menjadi persoalan regional, tetapi berpotensi memberikan dampak terhadap harga minyak, biaya transportasi laut dan perdagangan internasional.

Sumber: Reuters/AP




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top