Bank Muamalat raih dua penghargaan TOP GRC Awards 2026.JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kembali meraih penghargaan atas penerapan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan atau Governance, Risk, and Compliance (GRC).
Dalam ajang TOP GRC Awards 2026, Bank Muamalat meraih penghargaan TOP GRC Awards 2026 #STAR 4. Selain itu, Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono juga dianugerahi penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026.
Direktur Bank Muamalat Karno mengatakan, penguatan penerapan GRC menjadi salah satu fondasi penting dalam transformasi bisnis perseroan, khususnya sebagai perusahaan yang bergerak di industri dengan tingkat regulasi yang ketat.
Menurutnya, penguatan tata kelola tersebut sejalan dengan arah transformasi Bank Muamalat yang kini fokus mengembangkan segmen retail serta small and medium enterprise (SME).
“Seiring dengan perubahan visi Bank Muamalat ‘Menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah’, kami melakukan transformasi dengan fokus ke segmen retail dan SME. Sehingga penguatan tata kelola menjadi sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Dari sisi governance, kami telah memperkuat peran Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah dalam mengawal strategi back to core,” ujar Karno.
Ia menjelaskan, penerapan manajemen risiko di Bank Muamalat dibangun berdasarkan kerangka yang mengacu pada prinsip good corporate governance (GCG), nilai-nilai perusahaan, serta penguatan kesadaran terhadap risiko di seluruh lini organisasi.
Penerapan tersebut dilakukan melalui penguatan budaya risiko, komunikasi internal, pelatihan dan sertifikasi manajemen risiko, hingga penerapan sistem reward and punishment yang diatur dalam ketentuan perusahaan atau Ittifaq.
Integrasikan Maqashid Syariah dan ESG
Selain memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, Bank Muamalat juga mulai mengintegrasikan prinsip maqashid syariah, environmental, social, and governance (ESG), serta sustainable finance dalam kerangka pengelolaan perusahaan.
Langkah tersebut membuat pendekatan kepatuhan Bank Muamalat tidak hanya mengacu pada standar umum industri perbankan, tetapi juga memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan keberlanjutan.
“Kami sudah mengintegrasikan risiko ESG dan risiko syariah ke dalam kerangka risk appetite perusahaan. Dari sisi compliance, seluruh pembiayaan Bank Muamalat dijalankan sesuai prinsip syariah. Komitmen ini juga tercermin dari kepatuhan kami terhadap seluruh regulasi OJK, Bank Indonesia, dan fatwa DSN-MUI,” jelas Karno.
Dalam penerapannya, prinsip maqashid syariah dikaitkan dengan dimensi ESG serta dampaknya terhadap people, planet, dan profit.
Dengan demikian, orientasi bisnis Bank Muamalat tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan keuntungan, tetapi juga keberlanjutan usaha serta penciptaan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ajang TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan oleh TopBusiness memberikan penilaian terhadap sejumlah aspek penerapan GRC perusahaan.
Penilaian tersebut antara lain mencakup kelengkapan sistem dan infrastruktur GRC, serta keberhasilan perusahaan dalam menerapkan GCG, risk management, dan compliance management untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Tentang Bank Muamalat
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merupakan pionir perbankan syariah di Indonesia. Bank ini didirikan pada 1 November 1991 atas gagasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), serta sejumlah pengusaha muslim yang mendapat dukungan Pemerintah Indonesia.
Bank Muamalat mulai beroperasi pada 1 Mei 1992 dan terus mengembangkan berbagai produk serta layanan perbankan syariah.
Salah satu inovasi yang pernah diluncurkan adalah Kartu Shar-E Gold Debit Bank Muamalat, yang menjadi kartu chip bank syariah pertama di Indonesia dan dapat digunakan untuk bertransaksi di jutaan merchant di berbagai negara.
Bank Muamalat juga dikenal melalui kampanye #AyoHijrah yang mengajak masyarakat menggunakan layanan keuangan sesuai prinsip syariah.
Pada 15 dan 16 November 2021, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Muamalat setelah menerima hibah saham dari Islamic Development Bank (IsDB) dan SEDCO Group.
Dengan perubahan tersebut, kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat mencapai 82,69 persen. Sementara IsDB memiliki 2,04 persen saham dan sisanya dimiliki pemegang saham lainnya.
Pada peringatan milad ke-33 pada 1 Mei 2025, Bank Muamalat merumuskan visi baru, yakni “Menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah”.
Visi tersebut menjadi arah Bank Muamalat untuk menjadi solusi hijrah bagi ekosistem bisnis dan keuangan syariah dengan tetap menjaga pertumbuhan serta kinerja keuangan yang berkelanjutan. (Rilis)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Ekonomi |



01
02
03
04
05
