Rabu, 9 September 2026

Breaking News

  • 26 SMK di Riau Ikuti AHASS Goes to School, Siswa Praktik Bersama Teknisi Profesional   ●   
  • Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi   ●   
  • Waspada Karhutla, Polsek Binawidya dan Forkopimcam Perkuat Kesiapsiagaan   ●   
  • Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout   ●   
  • Wabup Siak Dorong Optimalisasi Pajak, Perusahaan Diminta Ikut Perkuat Pendapatan Daerah   ●   
Mayoritas Anak dan Balita, ISPA di Riau Capai 10.783 Kasus
Selasa 08 September 2026, 20:44 WIB
ISPA di Riau mencapai 10 ribu kasus lebih dan mayoritas penderitanya adalah anak-anak dan balita.

PEKANBARU - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau mengalami peningkatan di tengah paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau mencatat sedikitnya 10.783 kasus ISPA sepanjang Agustus hingga awal September 2026.

Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, mengatakan ribuan kasus tersebut tersebar pada berbagai kelompok usia dengan jumlah penderita laki-laki mencapai 5.321 orang dan perempuan 5.462 orang.

"Total penderita ISPA di Riau selama periode Agustus hingga awal September tercatat sebanyak 10.783 kasus," kata Zulkifli.

Yang menjadi perhatian, anak-anak dan balita termasuk kelompok yang cukup banyak terdampak. Data Dinkes Riau mencatat 1.937 balita berusia 0–5 tahun terserang ISPA, terdiri dari 1.162 anak laki-laki dan 775 anak perempuan. Sementara itu, kasus pada kelompok usia 5–9 tahun mencapai 1.844 orang, dengan rincian 989 anak laki-laki dan 855 anak perempuan.

Peningkatan kasus tersebut diduga berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang muncul dari karhutla di sejumlah wilayah Riau. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

Meski terjadi peningkatan kasus, Zulkifli memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak masih mampu menangani pasien. Dinkes Riau juga memperkuat kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas pembagian masker gratis serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan kesehatan di tengah paparan polusi udara.

"Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak," ujarnya.

Di tingkat provinsi, Dinkes Riau juga mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk mendukung penanganan pasien dalam kondisi kritis.

Upaya tersebut turut melibatkan akademisi perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, terutama dalam kegiatan edukasi dan distribusi masker kepada masyarakat, termasuk pengguna jalan.

Zulkifli mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul selama kondisi udara memburuk. Warga yang mengalami keluhan kesehatan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia," katanya.

Masyarakat juga diminta memastikan ketersediaan masker yang mampu menyaring partikel polusi udara sebagai bagian dari perlindungan diri ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Di sisi lain, Dinkes Riau meminta seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat pemantauan dan pelaporan penyakit yang berpotensi berkaitan dengan paparan asap.

"Tenaga kesehatan kita di faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota," tutupnya.(rvo).




Editor : jr
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top