Rabu, 9 September 2026

Breaking News

  • 26 SMK di Riau Ikuti AHASS Goes to School, Siswa Praktik Bersama Teknisi Profesional   ●   
  • Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi   ●   
  • Waspada Karhutla, Polsek Binawidya dan Forkopimcam Perkuat Kesiapsiagaan   ●   
  • Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout   ●   
  • Wabup Siak Dorong Optimalisasi Pajak, Perusahaan Diminta Ikut Perkuat Pendapatan Daerah   ●   
AI Hidupkan Lagi Marilyn Monroe
Selasa 08 September 2026, 20:10 WIB
Marilyn Monroe

JAKARTA-Sutradara Maggie Gyllenhaal mengungkap dirinya sempat diminta menggunakan kecerdasan buatan (Al) untuk menciptakan kembali sosok Marilyn Monroe dalam film pendek Flesh Impact. Namun, eksperimen itu gagal karena AI tak mampu menandingi penampilan Dakota Johnson saat memerankan Monroe.

Gyllenhaal menceritakan pengalaman tersebut dalam rangkaian Festival Film Venesia 2026 di Italia. Menurut Gyllenhaal, pihak yang menugaskan proyek tersebut memang meminta dirinya menggunakan Al. Teknologi yang digunakan bukan OpenAl, melainkan Al berlisensi yang dilatih menggunakan film-film Marilyn Monroe.

"Saya pun mencobanya. Saya berpikir, 'Baiklah, saya penasaran juga dengan hasilnya'. Gagasannya adalah melatih Al memakai materi Marylin Monroe, lalu menempelkannya pada wajah Dakota. Kami berusaha keras mengerjakannya, namun pada akhirnya itu gagal total, karena apa yang terpancar dari akting Dakota saat memerankan Marilyn Monroe jauh lebih menyentuh, manusiawi, dan hidup," kata Gyllenhaal dilansir laman Hollywood Reporter, baru-baru ini.

la bahkan menegaskan bahwa eksperimen tersebut pada dasarnya gagal mencapai tujuan artistik film. "Pada dasarnya itu sama sekali tidak berhasil. Semua alasan yang membuat kami memutuskan untuk membuat proyek ini sejak awal menjadi hilang dalam versi Al tersebut," kata dia.

Flesh Impact merupakan film pendek berdurasi 17 menit yang dibintangi Dakota Johnson dan Ellen Burstyn sebagai dua versi Marilyn Monroe. Johnson memerankan Monroe pada masa puncak ketenarannya. Sementara itu, Burstyn memerankan versi imajiner Monroe pada usia lanjut.

Marilyn Monroe meninggal dunia pada 4 Agustus 1962 dalam usia 36 tahun. Film ini dibuat dengan restu Authentic Brands Group (ABG), pemegang hak atas warisan Monroe. Flesh Impact" dijadwalkan melakukan pemutaran perdana dunia di Sala Grande pada 7 September di Festival Film Venesia.

Eksperimen yang dilakukan Maggie Gyllenhaal terjadi di tengah panasnya perdebatan mengenai penggunaan Al di industri film. Sutradara peraih Oscar, Guillermo del Toro, juga menyampaikan peringatan keras mengenai ancaman kecerdasan buatan (Al) terhadap masa depan perfilman.

Dalam acara BFI America, del Toro mengatakan bahwa industri saat ini berada di ambang buta huruf sinema seiring meningkatnya penggunaan Al dalam proses kreatif. "Kita di ambang buta huruf gambar. Kita di ambang buta huruf sinema," kata del Toro dalam pidatonya saat terpilih sebagai penerima penghargaan bergengsi BFI Fellowship 2026.

Namun demikian, ada juga sutradara yang terbuka dengan Al. Martin Scorsese misalnya, mengatakan bahwa Al membantu menerjemahkan ide-ide visual yang ada di kepalanya kepada para pemain dan kru dengan lebih cepat dan jelas. Sutradara film populer seperti Taxi Driver ini juga meyakini Al dapat mendorong batas kreativitas sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih kaya bagi penonton.

"Ingat, sinema adalah medium yang masih muda, baru sekitar 125 tahun, jadi kita harus terbuka terhadap bagaimana medium ini dapat berkembang," kata Scorsese.

Scorsese juga mengatakan bahwa dia bukan orang baru dalam mengadopsi teknologi perfilman. la sebelumnya pernah memanfaatkan 3D dalam film Hugo yang dirilis 2011 dan teknologi deaging untuk film The Irishman yang dirilis pada 2019.

Menurut Scorsese, Al memiliki manfaat teknis yang sama seperti 3D dan deaging. la bahkan mengeklaim telah merasakan manfaat langsung setelah mencoba menggunakan Al pada sebuah adegan.

"Saya baru-baru ini mengujinya pada sebuah adegan dan kemampuan untuk memvisualisasikan serta langsung membagikan storyboard sangat membebaskan secara kreatif," kata dia.

Namun, keterlibatan Scorsese dengan perusahaan Al menuai kritik dari Art Directors Guild. Organisasi tersebut menuduh sang sutradara telah mengabaikan para seniman manusia yang selama ini berkontribusi pada film-filmnya.

Serikat pekerja tersebut berpendapat bahwa penggunaan Al generatif untuk pembuatan storyboard dapat menggeser peran ilustrator, desainer produksi, seniman grafis, dan pekerja kreatif lainnya dalam proses pembuatan film.

"Menganggap kontribusi profesional mereka dapat ditiru atau dikalahkan oleh Al generatif, yang dibangun di atas karya yang kemungkinan besar dicuri dari mereka dan banyak seniman lain dari seluruh dunia, adalah pengkhianatan terhadap sifat kolaboratif sinema," kata organisasi tersebut**




Editor : jr
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 09 September 2026
Musyran VI Pramuka Bukit Batu, Edi Sakura Dorong Kepemimpinan yang Solid dan Bersinergi

Rabu 09 September 2026
Mulai Kehilangan Semangat? Ini Sejumlah Cara Sederhana Mengatasi Burnout

Senin 07 September 2026
Ikan atau Kucing, Apa yang Pertama Kamu Lihat? Begini Gambaran Sifatnya

Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top