Selasa, 3 November 2026

Breaking News

  • Sholat Dhuha Jam Berapa Sudah Boleh Dikerjakan? Ini Penjelasan Waktu dan Batas Akhirnya   ●   
  • Paguyuban FPK Riau Tampilkan Ragam Budaya, Meriahkan Arak-arakan LAM Riau   ●   
  • Paguyuban Sumbagsel dan FPK Riau Perkuat Silaturahmi, Jaga Keharmonisan Masyarakat   ●   
  • Pemkab Siak Gelar Yasinan dan Doa Bersama untuk Almarhum H. Arwin AS   ●   
  • SF Hariyanto: Jangan Lengah, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai Saat Musim Hujan   ●   
Kualitas Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Terapkan PJJ untuk PAUD hingga SMP
Senin 07 September 2026, 06:25 WIB
Pemko Pekanbaru terapkan Pembelajaran Jarak Jauh untuk PAUD hingga SMP.

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP menyusul kondisi kualitas udara pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni Senin (7/9/2026) dan Selasa (8/9/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diambil dengan menempatkan faktor kesehatan dan keselamatan anak-anak sebagai pertimbangan utama.

"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu," kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, keputusan penerapan PJJ tidak diambil berdasarkan perkiraan semata. Pemkot Pekanbaru terlebih dahulu memantau perkembangan kualitas udara dalam dua hingga tiga hari terakhir melalui data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Berdasarkan laporan BMKG, konsentrasi partikulat PM2,5 pada pukul 19.00 WIB tercatat mencapai 199,23 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok masyarakat yang rentan.

"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil," jelasnya.

Dalam rapat pembahasan kebijakan tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), termasuk pada kelompok anak-anak.

Kondisi itu menjadi perhatian karena anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat.

"Atas pertimbangan kesehatan itu, untuk satu sampai dua hari ini kita kurangi dulu paparan terhadap anak-anak. Mereka bukan diliburkan. Anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, hanya sementara dilakukan melalui sistem daring dari rumah," ujar Agung.

Ia menegaskan, berdasarkan pemantauan terkini, tidak ditemukan titik api di wilayah Kota Pekanbaru. Namun, kondisi asap dan kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu karena dipengaruhi arah dan pergerakan angin.

Untuk itu, Pemko Pekanbaru bersama BMKG dan DLH terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara.

"Alhamdulillah, Pekanbaru sendiri zero titik api. Tetapi kondisi asap bisa berubah mengikuti arah angin. Karena itu kita tidak ingin berspekulasi. Pegangan kita tetap data dan pemantauan yang terus diperbarui," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pemaparan BMKG, terdapat peluang hujan di sejumlah wilayah Provinsi Riau, termasuk Pekanbaru, pada 8, 9, dan 10 September 2026.

Pemkot Pekanbaru berharap hujan dapat terjadi secara lebih merata sehingga membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah tersebut.

Selain faktor cuaca alami, upaya melalui teknologi modifikasi cuaca juga diharapkan dapat membantu mendorong dan memperluas wilayah hujan di Provinsi Riau.

Agung menegaskan, di tengah penerapan PJJ, aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di Kota Pekanbaru tetap berjalan seperti biasa.

"Ini tentu menjadi harapan kita. Tanggal 8, 9 dan 10 September ada peluang hujan di Riau, termasuk Pekanbaru. Kita berharap hujannya semakin merata sehingga kualitas udara kita segera membaik," kata Agung.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 30 Oktober 2026
Pasca Gudang Penimbun Dibongkar, SPBU di Riau Lancar, Polda Diminta Sikat Mobil Pelansir BBM

Rabu 28 Oktober 2026
Pentingnya Tawakal dalam Islam, dari Ketenangan Hati hingga Pintu Rezeki

Selasa 27 Oktober 2026
Jangan Merampas Hak Orang Lain, Ini Penjelasan Hukum Ghasb dalam Islam

Senin 26 Oktober 2026
Edi Sakura Buka KMD di Bathin Solapan, Cetak Pembina Pramuka Berkualitas untuk Generasi Muda

Sabtu 24 Oktober 2026
Pentingnya Memilih Teman Saleh untuk Menjaga Istiqamah dalam Beragama

Jumat 23 Oktober 2026
Polda Riau Tancap Gas Berantas Dugaan Penimbunan Solar, Antrean SPBU Mulai Terurai

Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top