Minggu, 6 September 2026

Breaking News

  • Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, PM2.5 Capai 79,2 µg   ●   
  • Kualitas Udara Terpantau Tidak Sehat, Dinas Kesehatan berikan Masker Gratis Kepada Masyarakat.   ●   
  • Bupati Siak Tetap Kendalikan Karhutla dari Jakarta, Seluruh Kecamatan Dilaporkan Terpapar Asap.   ●   
  • Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Membesar, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan   ●   
  • Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga   ●   
Program PKM DPPM Kemdiktisaintek 2026
Dosen  FMIPA-FT Universitas Riau Tingkatkan Kompetensi Guru IPA SMAN 4 Siak Hulu di Bidang Kemagnetan
Minggu 06 September 2026, 08:03 WIB
Memberikan materi di SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar saat Pengabdian Kepada Masyarakat Program PKM DPPM Kemdiktisaintek 2026

SIAK HULU–Sejumlah dosen Universitas Riau (Unri) menunjukan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas Pendidikan di Provinsi Riau. Mereka yakni, Prof. Dr. Erwin, M.Sc, Prof. Dr. Saryono, M.Si  dari Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta  Dr. Anhar, M.T dari Fakultas Teknik (FT), melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau, dari bulan Juni hingga Agustus 2026 ini.

Melalui program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI tahun 2026 melaksanakan PKM yang diikuti 11 orang guru IPA SMAN Siak Hulu, dengan tema PEMBUATAN IRON SAND SEPARATOR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN GURU-GURU IPA SMAN 4 SIAK HULU TENTANG KEMAGNETAN. 

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, yaitu: Peningkatan Pemahaman Konsep KEMAGNETAN dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) bagi guru-guru IPA SMAN 4 Siak Hulu. 

Kegiatan yang melibatkan 3 dosen  dan 2 orang mahasiswa Universitas Riau ini,secara langsung berbagi ilmu dalam bidang kemagnetan dan aplikasi iron sand separator (ISS) untuk memisahkan partikel oksida besi dan non oksida besi dari pasir alam di sekitar sekolah seperti Sungai Kampar dan Logas. 

Acara PKM ini dibuka secara resmi oleh kepala SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau,Juprizon,S.Pd,MM. Dalam sambutanya beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi pada dosen Pengabdi dari FMIPA dan FT Universitas Riau dalam meningkatkan kompetensi guru dibidang Fisika, Kimia dan elektro. 

 

Guru-guru peserta PKM Dosen Unri di SMN 4 Siak Hulu memperhatikan materi yang disampaikan nara sumber dengan seksama (ist)

"Kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru-guru IPA, yang akhirnya   mampu mentransfer ilmunya kepada siswa dan dapat menghasilkan lulusan SMA yang unggul," katanya.

Juprizon, S.Pd, MM lebih jauh menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena guru guru IPA disekolahnya dipilih sebagai mitra pada kegiatan PKM tersebut. 

"Ini merupakan kegiatan PKM yang sangat baik bagi SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar dalam peningkatan kualitas guru-guru IPA sebagi mitra PKM UNRI. Kami berterimakasih karena dapat memfasilitasi kegiatan yang dihadiri oleh Tim PKM FMIPA -FT Universitas Riau. Semoga kegiatan PKM ini terus berlanjut untuk PKM lainnya supaya pengajaran IPA di kelas makin diminati oleh peserta didik khususnya kelas  XII," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKM FMIPA-FT Universitas Riau di SMAN 4 Siak Hulu, Prof. Dr. Erwin, M.Sc  menegaskan bahwa PKM merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada program PKM ini, dosen menyampaikan materi PKM seperti teori kemagnetan, teori tentang ISS, prinsip kerja ISS, teori tentang oksida besi, kemudian diikuti oleh percobaan menggunakan alat ISS yang  telah dibuat di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Unri. 

"Alat ini kemudian diserahkan ke SMA Negeri 4 Siak Hulu sebagai media pembelajaran di bidang fisika khususnya  bidang kemagnetan," ungkapnya.

Prof. Erwin lebih jauh mengatakan, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan pembelajaran fisika yang lebih menarik, dan berkualitas. "Kami berharap melalui kegiatan ini terjadi kerja sama antara Universitas Riau dengan SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar," ujar Prof. Erwin.

Selama kegiatan PKM berlangsung, para guru guru IPA SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar sebagai mitra PKM FMIPA-FT Unri mendapatkan teori tentang iron sand separator (ISS), prinsip kerja ISS, kemagnetan dan oksida besi dari pasir alam disekitar sekolah seperti Sungai Kampar dan Logas yang nantinya dapat diterapkan ketika pengajaran Fisika di kelas. 

Selain pemberian teori dalam kegiatan PKM ini, Tim PKM Unri menyerahkan sebuat alat pemisah antar oksida besi dan non oksida besi yaitu iron sand separator kepada SMA Neg. 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk dapat digunakan oleh siswa dalam memahami konsep kemagnetan sehingga membuka wawasan siswa mengenai kemagnetan di bidang sains dan teknologi.

Foto bersama dengan Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar.(ist)

Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini mendapat respons yang sangat positif ditandai dengan jumlah kehadiran yang baik sekali bagi mitra. Para guru guru sebagai mitra mengaku memperoleh banyak  tambahan pengetahuan baru tentang ISS dan kemagnetan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. 

Diharapkan guru guru IPA di sekolah ini dapat mentransfer ilmu yang diperoleh selama kegiatan PKM ini  kepada para siswa, sehingga siswa  semakin termotivasi untuk mempelajari sifat kemagnetan bahan secara umum dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi khususnya ilmu Fisika.
 
Melalui kegiatan ini, tim PKM FMIPA-FT Universitas Riau kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kemitraan Masyarakat (PKM) dengan SMAN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar**

Berikut ini ditampilan Foto Kegiatan PKM diantaranya pemaparan materi teori tentang ISS, prinsip kerja ISS, teori kemagnetan dan oksida besi serta non oksida besi dari pasir alam disekitar sekolah (Sungai Kampar dan Logas)**

 




Editor : jr
Kategori : Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top