Minggu, 6 September 2026

Breaking News

  • Dosen  FMIPA-FT Universitas Riau Tingkatkan Kompetensi Guru IPA SMAN 4 Siak Hulu di Bidang Kemagnetan   ●   
  • PBB segera Ganti Peta Dunia karena Salah Berabad-abad   ●   
  • Bangun Generasi Qurani, Polsek Binawidya Rutin Gelar Belajar Tahsin Bersama   ●   
  • Cegah Api Meluas, Kapolda Riau dan Pangdam Pantau Langsung Karhutla di Siak   ●   
  •   ●   
PBB segera Ganti Peta Dunia karena Salah Berabad-abad
Minggu 06 September 2026, 07:09 WIB
Ilustrasi peta dunia yang salah berabad-abad karena tak menggambarkan ukuran sebenarnya.

JAKARTA-Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaksanakan pemungutan suara untuk mengadopsi peta dunia baru yang mencerminkan ukuran negara-negara yang sebenarnya, setelah negara-negara Afrika mendesak PBB memperbaiki kesalahan yang telah berlangsung berabad-abad.

Resolusi 'Perbaiki Peta' yang diajukan negara-negara anggota Uni Afrika serta Bahama, disahkan dengan dukungan sangat besar: 164 negara anggota memberi suara mendukung, enam abstain, dan hanya Amerika Serikat menentang.

Resolusi ini bertujuan memberikan representasi adil bagi wilayah-wilayah dunia terutama Afrika, dengan argumen bahwa distorsi peta saat ini membuat benua tersebut mengalami pengecilan simbolis.

Saat ini, banyak peta dunia didasarkan pada proyeksi Mercator, dibuat pembuat peta asal Eropa, Gerardus Mercator, tahun 1569. Proyeksi ini banyak digunakan untuk navigasi.

Namun proyeksi ini kurang berguna sebagai peta dunia karena skalanya terdistorsi. Negara-negara yang lebih jauh dari khatulistiwa tampak jauh lebih besar secara tidak proporsional dibanding negara-negara yang paling dekat.

Misalnya Greenland tampak lebih besar dari benua Amerika Selatan dan terlihat setara Afrika. Kenyataannya, ukuran Greenland kira-kira sama dengan Republik Demokratik Kongo dan Afrika 14 kali lebih besar dari Greenland.

Beberapa kritikus proyeksi Mercator menduga peta tersebut tetap banyak digunakan karena memperbesar dan menempatkan Eropa di tengah, serta wilayah Barat lainnya seperti Amerika Utara, yang melanggengkan gagasan supremasi kulit putih.

Resolusi PBB tersebut mencatat distorsi ini berkontribusi mengecilkan persepsi ukuran Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan.

Ditambahkan pula distorsi tersebut berkontribusi mengerdilkan realitas sosial ekonomi, kebutuhan infrastruktur, potensi pembangunan, dan kemakmuran wilayah Selatan, serta dapat memicu prasangka lingkungan, geopolitik, dan keamanan.
Dukungan Prancis

Resolusi tersebut mengusulkan proyeksi Mercator diganti proyeksi Equal Earth (Bumi Setara), yang menggambarkan luas permukaan wilayah-wilayah dunia lebih akurat.

Pada peta Equal Earth, diperkenalkan pada 2018, Eropa tampak menyusut, Brasil membesar, dan Greenland mengecil secara dramatis. Adapun Afrika tampak jauh lebih besar.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut negaranya akan meninggalkan proyeksi Mercator dan beralih ke representasi yang menggambarkan luas permukaan negara secara lebih akurat.

"Amerika Serikat, Rusia, dan China mendapatkan penonjolan visual tidak proporsional dibanding Afrika, Amerika Latin, atau Asia Tenggara," katanya, dikutip CNN.

Pemungutan suara PBB ini terjadi setelah Uni Afrika mengadopsi Peta Equal Earth bulan Maret, dan setelah Togo, atas nama Uni Afrika, meminta negara anggota PBB untuk melakukan hal yang sama.

Selandia Baru juga sempat mempermasalahkan peta Mercator. Sebuah iklan pariwisata tahun 2018 bercanda bahwa Selandia Baru menghilang dari peta dunia karena posisinya di sudut kanan bawah.

Platform peta digital seperti Google Maps saat ini juga masih menggunakan versi proyeksi Mercator. Draf resolusi tersebut mendesak platform-platform teknologi untuk berdiskusi dengan negara-negara anggota PBB dan organisasi regional agar mengadopsi proyeksi yang lebih akurat.(*/jr)

 




Editor : jr
Kategori : Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top