Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Jangan Iri dengan Rezeki Orang Lain, Setiap Hamba Punya Takdirnya   ●   
  • Razia Sarang Narkoba Panger, Polda Riau Hancurkan Gubuk Transaksi Sabu   ●   
  • Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport   ●   
  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat di Lingkungan Pemkab Siak: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi, Bukan Mencari Kenyamanan   ●   
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza
Jumat 04 September 2026, 06:06 WIB
Ilustrasi: dengan taktik licik hingga kekuatan militer, Israel berupaya mengusir warga Gaza.

JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengungkapkan bahwa pemerintah Israel masih berupaya mendapatkan dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap rencana relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan Katz dalam konferensi berita yang digelar Ynet dan Yedioth Ahronoth. Dikutip dari The Guardian, Kamis (3/9/2026), Katz menyebut pemerintah Israel telah menyiapkan sejumlah langkah terkait pemindahan warga Palestina dari Gaza.

Menurut Katz, pemerintah Israel menilai penyelesaian persoalan di Gaza berkaitan dengan kemungkinan migrasi warga Palestina. Ia juga mengatakan rencana tersebut mencakup opsi pemindahan melalui jalur laut dan udara.

"Setiap negara yang bersedia menerima mereka menginginkan dukungan Amerika. Trump belum membatalkannya saat ini. Dia telah membekukannya," ujar Katz.

Katz merujuk pada gagasan Presiden AS Donald Trump yang pernah disampaikan pada awal 2025 mengenai pengambilalihan Gaza oleh AS dan pemindahan warga Palestina. Gagasan tersebut menuai kecaman internasional karena dinilai berpotensi menyebabkan pemindahan paksa penduduk Palestina.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan mengenai apakah Trump kembali mempertimbangkan usulan tersebut.

Israel Sebut Dukungan AS Penting

Katz menilai dukungan Washington diperlukan untuk meyakinkan negara-negara lain agar bersedia menerima warga Palestina dari Gaza. Ia secara khusus menyebut Mesir yang sebelumnya menolak rencana pemindahan warga Palestina dan melakukan pendekatan kepada pemerintah AS terkait persoalan tersebut.

"Rencana itu belum dibatalkan. Hal itu dibahas sepanjang waktu, termasuk sekarang, dan saya pikir pada akhirnya tidak ada solusi lain yang demi kepentingan semua orang," katanya.

Rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza telah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian luas dalam konflik Israel-Palestina. Sejumlah organisasi internasional dan kelompok hak asasi manusia sebelumnya memperingatkan mengenai konsekuensi kemanusiaan dari pemindahan penduduk secara paksa.

Netanyahu Tolak Penarikan Pasukan Israel

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengunjungi pos militer di dekat apa yang disebut sebagai garis kuning di Jalur Gaza pada Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di garis tersebut hingga Hamas dilucuti. Ia juga menolak gagasan penarikan pasukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya menuju gencatan senjata.

"Kami mengendalikan wilayah tersebut dan tetap berada di garis ini. Kami melakukan segalanya untuk mencapai tujuan kami, melucuti senjata Hamas dan mendemiliterisasi Gaza. Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel," kata Netanyahu.

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian konflik dan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga menjadi sorotan setelah menyampaikan pernyataan mengenai kondisi penjara bagi tahanan Palestina. Ia mengaku bertanggung jawab atas kebijakan terkait kondisi fasilitas penahanan tersebut.

"Kondisi baik di penjara sudah berakhir. Ini adalah situasi saat ini, dan saya bertanggung jawab langsung atas semuanya. Saya senang dengan kondisi ini," ujar Ben-Gvir. (cnbcindonesia)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top