Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Jangan Iri dengan Rezeki Orang Lain, Setiap Hamba Punya Takdirnya   ●   
  • Razia Sarang Narkoba Panger, Polda Riau Hancurkan Gubuk Transaksi Sabu   ●   
  • Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport   ●   
  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat di Lingkungan Pemkab Siak: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi, Bukan Mencari Kenyamanan   ●   
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Trump Ancam Lancarkan Serangan Baru
Kamis 03 September 2026, 13:10 WIB
Kerusakan bangunan di kawasan Kuhestak, Sirik, Iran, setelah serangan yang dilaporkan terjadi pada 2 September 2026. Eskalasi terbaru memicu kekhawatiran konflik AS-Iran kembali meluas.

 

JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam pertukaran serangan terbesar sejak Juli 2026.

Serangan terbaru Amerika Serikat ke sejumlah sasaran di Iran memicu respons dari Teheran. Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sasaran yang disebutnya terkait kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran konflik kembali meluas di kawasan Teluk, terlebih setelah Iran memberikan peringatan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memperingatkan bahwa Washington masih dapat melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.

Perkembangan ini turut memberikan tekanan terhadap pasar energi dunia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga energi.

Reuters melaporkan pada Kamis (3/9/2026) bahwa harga minyak bergerak turun tipis setelah pasar mempertimbangkan ketidakpastian akibat serangan terbaru AS-Iran.

Dalam perkembangan lain, Iran menyebut 18 orang tewas dan 108 lainnya terluka dalam serangan terbaru Amerika Serikat. Iran juga menyatakan empat orang tewas dalam serangan yang mengenai lokasi sebuah pesta pernikahan. Klaim tersebut menjadi perhatian internasional, sementara pihak militer AS menyatakan tidak menargetkan warga sipil.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan korban sipil dan kembali menyerukan penghentian aksi militer serta penyelesaian melalui diplomasi.

Sumber : Reuters/ISNA/WANA




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top