Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Jangan Iri dengan Rezeki Orang Lain, Setiap Hamba Punya Takdirnya   ●   
  • Razia Sarang Narkoba Panger, Polda Riau Hancurkan Gubuk Transaksi Sabu   ●   
  • Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport   ●   
  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat di Lingkungan Pemkab Siak: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi, Bukan Mencari Kenyamanan   ●   
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Tembus 1.130 Orang, Korban Hilang 4.462 Jiwa
Rabu 02 September 2026, 15:04 WIB
Hingga 02 September 2026, korban tewas banjir nepal mencapai 1.130 orang, sementara 4.462 orang dinyatakan masih hilang.

NUWAKOT-Korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, mencapai sedikitnya 1.130 orang. Bencana yang terjadi pada 26 Agustus 2026 itu juga menyebabkan 4.462 orang masih dinyatakan hilang, berdasarkan data yang disampaikan otoritas Nepal dan media pemerintah China pada Rabu (2/9/2026). Di Nepal, sedikitnya 1.114 jenazah telah ditemukan, sementara 3.916 orang masih hilang. 

Sementara itu, media pemerintah China melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang di Tibet. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang dilaporkan di kedua wilayah mencapai 1.130 orang, sedangkan jumlah orang yang masih hilang mencapai 4.462 orang. 

Bencana tersebut terjadi setelah longsoran gletser di kawasan pegunungan tinggi memicu gelombang besar air dingin yang membawa batu dan material longsor menerjang wilayah di sepanjang perbatasan China-Nepal. 

Keluarga gelar pemakaman simbolis Sepekan setelah bencana, keluarga korban di Nepal mulai menggelar pemakaman simbolis bagi kerabat mereka yang masih hilang. Upacara tersebut dilakukan karena sebagian keluarga mulai kehilangan harapan untuk menemukan anggota keluarga mereka dalam keadaan hidup. 

Dalam tradisi Hindu, sejumlah keluarga membakar boneka atau patung yang dibuat dari jerami sebagai pengganti jenazah. Upacara itu dilakukan untuk membantu "membebaskan jiwa" orang yang hilang agar dapat beristirahat dengan tenang. 

Dolma Newar Tamang, salah satu warga yang kehilangan suaminya, mengatakan keluarganya terpaksa menggelar ritual tersebut setelah tidak mendapatkan kabar mengenai keberadaan sang suami. Suaminya sedang dalam perjalanan menuju China ketika bencana terjadi. 

"Saya melihat berita itu dan meneleponnya. Saya menelepon berkali-kali, tetapi dia tidak pernah mengangkatnya," kata Dolma kepada AFP. Ia kemudian menggelar upacara pemakaman simbolis bagi suaminya.

Pencarian korban masih berlangsung Meski sebagian keluarga mulai melakukan ritual pemakaman, tim penyelamat Nepal masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang**

 




Editor : jr
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top