Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
AS dan Iran Kembali Saling Serang, Konflik Timur Tengah Memanas dan Harga Minyak Melonjak
Rabu 02 September 2026, 14:44 WIB
Selat Hormuz menjadi titik kritis

 

JAKARTA — Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase eskalasi setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini menjadi salah satu perkembangan internasional paling menonjol pada Rabu, 2 September 2026, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan kawasan Timur Tengah dan stabilitas energi dunia.

Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran. Target yang disebut antara lain sistem pertahanan udara, radar, fasilitas komunikasi, aset maritim serta kemampuan peletakan ranjau milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat di Yordania, Bahrain dan Irak. Yordania dan Bahrain melaporkan adanya upaya intersepsi terhadap rudal maupun drone yang diluncurkan Iran.

Korban sipil menjadi perhatian

Eskalasi tersebut juga menimbulkan korban sipil. Reuters melaporkan sedikitnya lima orang, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan AS di wilayah Sirik, Iran. Puluhan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut dan menyatakan akan melakukan pembalasan.

Amerika Serikat sendiri menyatakan operasi militernya berkaitan dengan ancaman terhadap kapal komersial dan pasukan AS di kawasan, terutama di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang sangat penting bagi perdagangan energi global.

Selat Hormuz menjadi titik kritis

Ketegangan di Selat Hormuz menjadi perhatian utama dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu titik transit energi paling strategis. Aktivitas pelayaran melalui selat itu turun tajam. Data yang dikutip Reuters menunjukkan hanya empat kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Selasa, dibandingkan rata-rata sekitar 13 kapal dalam 10 hari sebelumnya.

Gangguan tersebut langsung berdampak terhadap pasar energi. Harga minyak Brent pada Rabu mencapai sekitar US$95,36 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$90,62 per barel. Kenaikan harga minyak juga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Pasar keuangan ikut terguncang

Eskalasi militer AS-Iran turut menekan pasar saham global. Bursa Asia mengalami penurunan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat. Nikkei Jepang tercatat turun sekitar 3 persen dan Kospi Korea Selatan merosot sekitar 3,6 persen dalam perdagangan Rabu.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah tidak lagi hanya menjadi persoalan geopolitik, tetapi juga berpotensi memberikan dampak langsung terhadap harga energi, inflasi, pasar keuangan dan biaya perdagangan internasional.

Diplomasi menghadapi tekanan

Di tengah meningkatnya serangan, peluang diplomasi masih menjadi perhatian. Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan Tehran siap merespons apabila Amerika Serikat kembali memenuhi komitmen dalam kesepakatan sementara yang dicapai kedua negara pada Juni.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa jalur diplomasi menghadapi tantangan berat. Pertukaran serangan terbaru menjadi eskalasi paling serius dalam beberapa pekan dan meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meluas di kawasan Teluk.

Dampak bagi dunia: jika ketegangan di Selat Hormuz terus berlanjut, gangguan distribusi minyak dan gas dapat mendorong harga energi lebih tinggi dan memberikan tekanan tambahan terhadap perekonomian negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Sumber: Reuters dan Associated Press, perkembangan hingga 2 September 2026.

 

 




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top