Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Study Ungkap Minum Kopi Dua, Tiga Cangkir perhari Baik bagi Kesehatan Mental
Rabu 02 September 2026, 14:44 WIB

JAKARTA-Minum kopi disebut tak selalu membuat seseorang makin cemas. Studi terbaru justru menemukan bahwa minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari bisa menjadi porsi ideal yang berkaitan dengan risiko lebih rendah mengalami stres, depresi, dan kecemasan.

Penelitian yang dipublikasikan Journal of Affective Disorders itu menemukan adanya hubungan berbentuk huruf "J" antara jumlah kopi yang dikonsumsi dan kesehatan mental. Artinya, risiko gangguan kesehatan mental cenderung menurun pada konsumsi kopi dalam jumlah sedang, tetapi kembali meningkat ketika konsumsi terlalu banyak.

Temuan itu sejalan dengan pandangan pakar nutrisi Morgan L Walker. Menurut dia, konsumsi sedang merupakan titik ideal dan sesuai dengan rekomendasi umum mengenai asupan kafein.

"Begitu Anda minum melebihi kisaran tersebut, di situlah kita cenderung melihat lebih banyak efek samping negatif, seperti kualitas tidur yang buruk, rasa gelisah, peningkatan kecemasan, terutama pada orang yang lebih sensitif terhadap kafein," kata Walker dilansir laman Verywell Health, kemarin.

Penelitian tersebut menggunakan data 461.586 peserta UK Biobank yang pada awal penelitian tidak memiliki gangguan suasana hati maupun gangguan terkait stres. Para peserta kemudian diikuti selama rata-rata 13,4 tahun.

Selama periode tersebut, peneliti mencatat 18.220 kasus baru gangguan suasana hati dan 18.547 kasus gangguan terkait stres. Analisis kemudian digunakan untuk melihat hubungan antara kebiasaan minum kopi dan munculnya gangguan tersebut.

Hasilnya menunjukkan kelompok yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko paling rendah. Pada konsumsi yang lebih tinggi, manfaat tersebut tidak lagi terlihat. Bahkan, konsumsi lima cangkir atau lebih sehari dikaitkan dengan risiko gangguan suasana hati yang lebih tinggi.

Peneliti juga menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan gangguan suasana hati tampak lebih kuat pada pria dibandingkan perempuan. Sementara itu, perbedaan genetik dalam kemampuan tubuh memetabolisme kafein tidak mengubah hasil penelitian secara keseluruhan.

Menariknya, hasil penelitían dilaporkan konsisten pada berbagai jenis kopi, termasuk kopi instan, kopi bubuk, dan kopi tanpa kafein. Karena itu, peneliti menduga bahwa potensi manfaat kopi terhadap kesehatan mental tidak semata-mata berasal dari kafein. Kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk antioksidan dan senyawa lain yang memiliki sifat anti-inflamasi.

Meski hasil penelitian terdengar menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa temuan tersebut bukan berarti semua orang perlu mulai minum dua atau tiga cangkir kopi setiap hari. Pakar nutrisi dari Johnson & Wales University, Luciana Soares, mengatakan penelitian ini bersifat observasional, sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat.

Dengan kata lain, penelitian belum dapat memastikan bahwa kopi secara langsung menurunkan risiko depresi, kecemasan, atau gangguan terkait stres. "Konsumsi kopi juga dapat mencerminkan cara hidup tertentu karena biasanya melibatkan struktur, rutinitas, dan keterlibatan sosial," kata Soares.

Soares mengatakan kopi memang dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan mental. Kopi memberikan stimulasi yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan motivasi. Aktivitas minum kopi juga dapat menjadi ritual sosial atau kebiasaan yang memberikan struktur dan rutinitas dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kopi mengandung senyawa antiinflamasi yang berpotensi mendukung kesehatan kognitif. Namun, semua itu tidak berarti kopi dapat digunakan sebagai pengobatan gangguan mental.

"Penting untuk dipahami bahwa konsumsi kopi tidak boleh digunakan untuk mengobati depresi atau kecemasan. Konsumsi tidak akan secara langsung membuat seseorang merasa lebih baik," kata Soares** 

 




Editor : jr
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top