Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
SKK Migas Sumbagut Perkuat Kolaborasi Penanganan dan Pencegahan Karhutla di Riau
Minggu 30 Agustus 2026, 13:09 WIB
ist.

PEKANBARU – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) ikut memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Dukungan tersebut dilakukan melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman, penyediaan sumber air serta infrastruktur pencegahan, hingga bantuan untuk masyarakat dan petugas yang berada di lokasi kebakaran.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengatakan keterlibatan industri hulu migas merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Menurutnya, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta kondisi wilayah yang terdampak.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi persoalan bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan dapat memengaruhi berbagai aktivitas di wilayah terdampak. Karena itu, kami mendorong KKKS untuk bergerak cepat, membantu penanganan di lapangan, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Sebastian.

SKK Migas Sumbagut juga mendorong KKKS memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai unsur terkait.

Koordinasi tersebut diperlukan agar sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk mempercepat pemadaman maupun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Sejumlah KKKS telah mengambil bagian dalam penanganan karhutla di beberapa daerah Riau.

Di Kabupaten Pelalawan, EMP Bentu Limited sejak 24 Agustus 2026 mengerahkan sekitar 20 personel bersama mitra kerja untuk membantu pemadaman kebakaran di Desa Rantau Baru dan Kelurahan Langgam.

Tim tersebut dilengkapi sejumlah peralatan pemadaman, termasuk water truck. Selain membantu pemadaman, dukungan juga diberikan melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan, PMI, serta Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, MPA, TNI-Polri, dan petugas yang bertugas di lapangan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, PT Imbang Tata Alam (ITA) turut membantu penanganan titik api bersama aparat setempat.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pembangunan dan pembersihan embung serta pembuatan parit yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung penanganan kebakaran.

Sebanyak 20 embung dibangun di Desa Kepau Baru. Pembangunan embung juga dilakukan di Desa Kundur dan Desa Tenan.

ITA turut berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat dan memfasilitasi sosialisasi pencegahan karhutla bersama TNI.

Di Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla lintas departemen. Satgas tersebut melibatkan sekitar 30 personel yang didukung berbagai peralatan.

Selain melakukan pemantauan dan pencegahan di sekitar wilayah operasi, tim BSP turut membantu penanganan kebakaran untuk melindungi kawasan Taman Nasional Zamrud sekaligus mencegah api meluas.

Penanganan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Siak, Forkopimda, TNI-Polri, SKK Migas Sumbagut, BPBD, Manggala Agni, MPA, serta unsur terkait lainnya.

Sebastian mengatakan keterlibatan KKKS dalam penanganan karhutla menunjukkan bahwa keberadaan industri hulu migas di daerah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi energi.

Menurutnya, perusahaan juga memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan di sekitar wilayah operasi.

“Karhutla adalah persoalan bersama. Kami mengapresiasi langkah cepat KKKS, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, serta seluruh pihak yang bekerja di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan SKK Migas bersama KKKS akan terus memberikan dukungan sesuai kapasitas dan sumber daya yang tersedia.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pengendalian kebakaran, mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, serta menjaga agar aktivitas warga dapat kembali berlangsung dengan aman.(*)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top