Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Bencana Dahsyat Nepal-China: 691 Tewas, Lebih dari 3.000 Orang Masih Hilang
Minggu 30 Agustus 2026, 11:48 WIB
Bencana Dahsyat Nepal-China: 691 Tewas

 

KATHMANDU/BEIJING — Upaya pencarian dan penyelamatan korban bencana banjir bandang dan longsor besar di kawasan perbatasan Nepal dan China terus dilakukan hingga Minggu (30/8/2026). Bencana yang dipicu runtuhnya gletser di kawasan Himalaya tersebut telah menewaskan sedikitnya 691 orang, sementara lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.

Menurut laporan Associated Press (AP), Nepal mencatat 675 korban meninggal dunia dan 2.498 orang masih hilang. Sementara di wilayah Tibet, China, sedikitnya 16 orang meninggal dan 546 orang masih dalam pencarian. Lebih dari 3.700 orang telah berhasil diselamatkan di Nepal.

Reuters melaporkan bahwa China pada Minggu mengidentifikasi 261 warga negara asing dari 23 negara yang masih hilang di wilayah Tibet setelah longsor besar menerjang kawasan perbatasan. Warga negara Nepal menjadi kelompok terbesar yang dilaporkan hilang, disusul warga India, Latvia, Amerika Serikat dan Inggris.

Runtuhnya Gletser Picu Banjir Besar

Bencana terjadi setelah bagian gletser dan material batuan runtuh di kawasan Himalaya. Material tersebut kemudian memicu aliran air, lumpur dan batu dalam jumlah besar yang menerjang kawasan permukiman serta infrastruktur di sepanjang aliran sungai.

Sejumlah wilayah di Nepal mengalami kerusakan parah. Jalan dan jembatan terputus, sementara beberapa fasilitas pembangkit listrik tenaga air turut terdampak. Pemerintah Nepal memperkirakan biaya pembangunan kembali dapat mencapai 4–5 miliar dolar AS, atau hampir sepersepuluh ukuran perekonomian negara tersebut.

AP melaporkan para ilmuwan menduga runtuhnya bagian gletser menyebabkan air tertahan sementara sebelum kemudian mengalir deras ke wilayah yang lebih rendah. Perubahan kondisi gletser dan ketidakstabilan kawasan pegunungan menjadi perhatian karena kawasan Himalaya mengalami pemanasan yang cepat. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa hubungan langsung antara perubahan iklim dan kejadian spesifik ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut.

Operasi Penyelamatan Menghadapi Medan Sulit

Tim penyelamat menghadapi tantangan besar karena banyak wilayah terdampak berada di kawasan pegunungan dengan akses jalan yang rusak. Cuaca buruk juga sempat menghambat operasi penyelamatan menggunakan helikopter.

Di sejumlah lokasi, warga yang berhasil menyelamatkan diri ditempatkan di pusat-pusat bantuan sementara. Pemerintah Nepal mengerahkan ribuan personel keamanan dan menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban dari daerah yang terisolasi.

Keluarga korban yang hilang masih menunggu kabar di rumah sakit, pusat pengungsian dan lokasi pencarian. Sebagian korban yang hilang merupakan warga asing yang berada di kawasan tersebut untuk bekerja, melakukan perjalanan wisata maupun mengikuti kegiatan ziarah.

Risiko Bencana di Himalaya Jadi Sorotan

Bencana ini kembali menyoroti meningkatnya risiko bencana yang berkaitan dengan kondisi gletser dan perubahan lingkungan di kawasan Himalaya.

AP melaporkan bahwa para ilmuwan melihat meningkatnya ketidakstabilan lereng, pencairan gletser dan perubahan kondisi lapisan es sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko longsor, banjir bandang dan aliran material di kawasan pegunungan tinggi. Para ahli juga menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan pemantauan gletser untuk mengurangi korban pada bencana berikutnya.

Hingga Minggu, pencarian korban masih menjadi prioritas utama. Pemerintah Nepal juga membutuhkan dukungan teknis dan bantuan internasional untuk menghadapi skala kerusakan yang sangat besar.

Bencana Nepal-China menjadi salah satu perhatian utama berita internasional hari ini karena besarnya jumlah korban, banyaknya warga asing yang masih hilang serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan infrastruktur di kawasan Himalaya.

Sumber: Reuters dan Associated Press (AP), laporan terbaru 29–30 Agustus 2026.(*)

 




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top