Kualitas Udara Riau Hari IniPEKANBARU – Kondisi kualitas udara di wilayah Provinsi Riau pada Kamis (27/8/2026) masih berada dalam pantauan ketat BMKG dan pemerintah daerah akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data pemantauan konsentrasi partikulat (PM2.5), sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Riau menunjukkan tingkat pencemaran udara yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.
Pekanbaru dan wilayah sekitarnya saat ini berada pada kategori Tidak Sehat dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) berkisar antara 115 hingga 120 (konsentrasi PM2.5 rata-rata 75 µg/m³). Wilayah seperti Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti bahkan terpantau berada pada level Sangat Tidak Sehat akibat paparan asap yang cukup pekat dari titik panas sekitar. Sementara itu, Kota Dumai tercatat masih dalam kondisi relatif Baik dengan indeks AQI 35.
Rincian Kualitas Udara Per Wilayah (Kamis, 27 Agustus 2026):
Kota Dumai: Baik (AQI 35)
Kabupaten Bengkalis: Sedang (AQI 70)
Kabupaten Kuantan Singingi: Sedang (AQI 90)
Kabupaten Kampar: Sedang (AQI 100)
Kabupaten Indragiri Hulu: Sedang (AQI 80)
Kabupaten Siak: Sedang (AQI 100)
Kabupaten Pelalawan: Tidak Sehat (AQI 115)
Kota Pekanbaru: Tidak Sehat (AQI 120)
Kabupaten Indragiri Hilir: Tidak Sehat (AQI 130)
Kabupaten Rokan Hulu: Tidak Sehat (AQI 160)
Kabupaten Rokan Hilir: Sangat Tidak Sehat (AQI 160)
Kabupaten Kepulauan Meranti: Sangat Tidak Sehat (AQI 160)
Himbauan Kesehatan untuk Masyarakat
Mengingat paparan partikulat halus (PM2.5) yang dapat menembus saluran pernapasan dan memicu ISPA serta iritasi mata, BMKG dan dinas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan berikut:
1. Gunakan Masker Standar: Gunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar ruangan.
2. Kurangi Aktivitas Luar: Batasi kegiatan fisik berat atau olahraga di area terbuka.
3. Proteksi Ruangan: Tutup jendela dan pintu rapat-rapat untuk mencegah asap masuk ke dalam rumah.
4. Lindungi Kelompok Rentan: Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan/asma disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan.(*)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Pekanbaru |



01
02
03
04
05
