Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Ekspor Sarang Burung Walet ke China Tembus Rp3 Triliun pada Semester I 2026
Rabu 26 Agustus 2026, 06:32 WIB
ilustrasi: Sarang walet Pani.

JAKARTA - Komoditas sarang burung walet masih menjadi salah satu penyumbang nilai ekspor besar Indonesia, terutama dari pasar China. Sepanjang semester I 2026, nilai ekspor sarang burung walet Indonesia ke Negeri Tirai Bambu tercatat mencapai US$172,15 juta atau sekitar Rp3 triliun dengan asumsi kurs Rp17.705 per dolar AS.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), volume pengiriman sarang burung walet Indonesia ke China selama enam bulan pertama 2026 mencapai 186,8 ton.

Meski secara nilai mengalami penurunan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, China tetap menjadi pasar utama sarang burung walet Indonesia. Negara tersebut menyerap sekitar 80 persen dari total ekspor nasional untuk komoditas tersebut.

Selama bertahun-tahun, sarang burung walet menjadi salah satu produk unggulan Indonesia dalam perdagangan dengan China. Upaya memperkuat hubungan dagang kedua negara pun terus dilakukan melalui berbagai kerja sama dan forum perdagangan.

Salah satunya melalui China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit Forum atau Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia yang digelar Kementerian Perdagangan RI bersama China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) pada April 2026.

Sementara itu, Badan Karantina Indonesia (Barantin) juga terus mendorong perluasan ekspor komoditas tersebut. Pada Jumat (21/8/2026), Barantin meresmikan ekspor sarang burung walet asal Provinsi Banten dengan nilai mencapai Rp38,7 miliar.

Selain China, sejumlah negara dan wilayah lain juga menjadi pasar penting bagi sarang burung walet Indonesia. Daerah Administratif Khusus Hong Kong tercatat mengimpor komoditas tersebut senilai US$15,7 juta sepanjang semester I 2026.

Singapura menyusul dengan nilai perdagangan mencapai sekitar US$10 juta. Di luar kawasan Asia, sarang burung walet Indonesia juga dipasarkan ke Amerika Serikat.

Besarnya permintaan dari berbagai negara menunjukkan sarang burung walet masih memiliki prospek kuat sebagai salah satu komoditas ekspor bernilai tinggi Indonesia.(detik)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top