Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
Mega Proyek Reklamasi, Singapura bakal Gabung 3 Pulau jadi Satu
Selasa 25 Agustus 2026, 17:41 WIB
Singapura merencakanan reklamasi besar-besaran yang akan menggabungkan tiga pulau jadi satu.

SINGAPURA-Singapura berencana menggabungkan Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong menjadi satu pulau. Perdana Menteri (PM) Lawrence Wong mengatakan rencana reklamasi pulau-pulau itu ditujukan untuk mendukung industri baru di Singapura.

Dilansir Channel News Asia dan The Straits Times, Senin (24/8/2026), rencana reklamasi tersebut diungkap Wong dalam rapat umum Hari Nasional Singapura 2026, Minggu (23/8) waktu setempat. Wong menyebut pulau baru yang terletak di selatan Pulau Jurong ini juga dapat menampung infrastruktur pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan Singapura di masa depan."Ini adalah rencana jangka panjang. Kami sedang mempelajarinya dengan cermat," kata Wong.

Wong menyinggung pulau buatan Singapura yakni Pulau Jurong yang telah menjadi pusat energi dan kimia global. Beberapa pulau lepas pantai secara bertahap digabungkan melalui reklamasi lahan untuk memberi jalan bagi industri petrokimia Singapura.

"Proyek ini menciptakan banyak lapangan kerja yang baik. Proyek ini memperkuat industri-industri penting di sini. Proyek ini menjadikan Singapura sebagai simpul penting dalam aliran energi global. Semua itu telah memperkuat keamanan dan ketahanan energi kita - sesuatu yang telah kita saksikan berulang kali, terutama baru-baru ini di tengah gejolak di Timur Tengah," kata Wong.

Wong mengatakan bahwa pulau itu tidak akan terbatas pada industri petrokimia saja. Dia mennyebut pulau itu dapat mendukung generasi industri baru, termasuk manufaktur canggih."Pulau Jurong telah membentuk perekonomian kita selama 50 tahun terakhir," ujarnya.

Rencana ini muncul ketika Singapura berupaya memperluas pilihan energinya di tengah keterbatasan lahan dan kurangnya sumber daya alam.

Profil 3 Pulau yang Mau Digabung Singapura: 

Pulau Semakau

Pulau Semakau dikenal sebagai salah satu pulau di sebelah selatan pulau utama Singapura. Pulau Semakau dulunya merupakan lokasi bagi sebuah desa Melayu di sisi barat pulau serta sebuah desa kecil Tionghoa di ujung barat daya. Pulau ini digabungkan dengan Pulau Seking (yang juga dikenal sebagai Pulau Sakeng) pada tahun 1990-an untuk membentuk tempat pembuangan akhir (TPA) lepas pantai pertama di Singapura. TPA tersebut mulai beroperasi pada bulan April 1999.

Pulau Bukom

Sementara itu, Pulau Bukom terletak 5,5 km di sebelah barat daya daratan utama Singapura. Pulau Bukom yang juga dieja 'Bukum' menjadi lokasi fasilitas terpadu minyak dan petrokimia yang mencakup sarana produksi bahan bakar, minyak dasar pelumas, dan bahan kimia khusus.

Pulau ini dikenal sebagai Pulau Bukom Besar hingga tahun 1995, ketika kata "Besar" secara resmi dihapus dari namanya. Berkat serangkaian pengembangan dan pekerjaan reklamasi lahan, kompleks petrokimia tersebut kini membentang melintasi gugusan pulau yang meliputi Bukom Besar, Bukom Kechil, Pulau Ular, dan Pulau Busing.

Pulau Sudong

Pulau ini terletak di lepas pantai selatan Singapura. Pulau Sudong diklasifikasikan sebagai salah satu Pulau Barat dalam Rencana Konsep tahun 1997 yang disusun oleh Urban Redevelopment Authority.

Sebuah survei Selat Singapura tahun 1946 mendeskripsikan pulau ini memiliki ketinggian sekitar 55 kaki hingga ke puncak pepohonan. Pulau ini terletak di ujung timur gugusan terumbu karang luas yang permukaannya muncul ke permukaan air (mengering) setinggi satu hingga lima kaki saat air surut.

Pada tahun 2013, luas pulau ini tercatat sebesar 208,5 hektare. Sejak tahun 1980-an, pulau ini telah ditetapkan sebagai kawasan latihan penembakan dengan peluru tajam oleh Angkatan Bersenjata Singapura**

 




Editor : jr
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top