Selasa, 25 Agustus 2026

Breaking News

  • Ekspor Sarang Burung Walet ke China Tembus Rp3 Triliun pada Semester I 2026   ●   
  • Lima Pekan Tak Turun Hujan, Pemkab Siak Gelar Shalat Istisqa   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Senapelan Turun Bagikan Masker   ●   
  • Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Polsek Binawidya Turun ke Jalan Bagikan Masker   ●   
  • Mega Proyek Reklamasi, Singapura bakal Gabung 3 Pulau jadi Satu   ●   
Mobil China Melesat di Negara Lain, Tidak Laku di Negeri Sendiri
Sabtu 22 Agustus 2026, 08:13 WIB
Ladang penuh dengan ratusan mobil listrik yang ditinggalkan di antara rumput liar dan sampah. Kendaraan bertenaga baterai yang tidak diinginkan serupa telah bermunculan di setidaknya setengah lusin kota di seluruh China, meskipun beberapa di antaranya telah dibersihkan. Di Hangzhou, beberapa mobil ditinggalkan begitu lama hingga tanaman tumbuh dari bagasinya./Bloomberg

JAKARTA - Produsen mobil China terus memperluas pengaruhnya di pasar otomotif global. Berbagai merek asal Negeri Tirai Bambu kini semakin agresif menembus pasar Eropa hingga Asia Tenggara dan mulai memberikan tekanan terhadap produsen otomotif asal Jepang maupun Eropa.

Namun, di tengah pesatnya ekspansi global, pasar domestik China justru menghadapi tekanan.

Mengutip laporan Reuters, penjualan mobil di China terus mengalami pelemahan sejak akhir tahun lalu. Kondisi tersebut dipengaruhi permintaan domestik yang melemah serta persaingan harga yang semakin ketat.

Data Asosiasi Mobil Penumpang China atau China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan penjualan mobil di pasar domestik China pada Juli 2026 turun 21,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Juli 2026, penjualan kendaraan tercatat sebanyak 1,47 juta unit. Penurunan tersebut menjadi kontraksi penjualan selama 10 bulan berturut-turut.

Ekspor Mobil China Melonjak

Berbanding terbalik dengan pasar domestik, ekspor kendaraan dari China justru mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Ekspor mobil China dilaporkan melonjak 88 persen hingga mencapai 923.000 unit.

Data tersebut memang mencakup kendaraan merek asing yang diproduksi di China. Namun, tren pelemahan penjualan di pasar domestik dan pertumbuhan ekspor juga terlihat di kalangan produsen otomotif lokal.

Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan di pasar domestik China dilaporkan turun sekitar 2,3 juta unit atau merosot 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, ekspor kendaraan China pada paruh pertama 2026 meningkat 71 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya ketergantungan produsen otomotif China terhadap pasar internasional untuk menjaga pertumbuhan penjualan.

Produsen China Kian Agresif Ekspansi

Analis HSBC, Yuqian Ding, memperkirakan permintaan kendaraan di pasar domestik China berpotensi stabil dan mulai membaik pada akhir Agustus hingga September.

Momentum tersebut diperkirakan datang dari peluncuran berbagai model baru. Namun, Ding menilai pemulihan cepat berbentuk huruf V masih sulit terjadi.

Lemahnya permintaan domestik membuat produsen mobil China memiliki dorongan semakin kuat untuk mempercepat ekspansi ke pasar luar negeri.

Ekspansi tersebut berpotensi semakin meningkatkan persaingan dengan produsen otomotif Jepang dan Eropa yang kini juga menghadapi tekanan dari perkembangan kendaraan listrik asal China.

Produsen China dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kapasitas produksi besar, rantai pasok yang kompetitif, hingga kemampuan menghadirkan teknologi baru dengan harga lebih terjangkau.

CEO perusahaan konsultan Automobility yang berbasis di Shanghai, Bill Russo, mengatakan ekspansi ke pasar global kini menjadi kebutuhan strategis bagi produsen otomotif China.

“Produsen mobil China memiliki kelebihan kapasitas produksi, rantai pasok yang sangat kompetitif, produk yang semakin canggih, serta insentif ekonomi yang kuat untuk mencari pertumbuhan di luar China,” ujarnya.

Menurut Russo, kondisi tersebut membuat pasar internasional menjadi salah satu tujuan utama produsen mobil China untuk menjaga pertumbuhan.

“Ekspansi global menjadi kebutuhan strategis bagi produsen mobil terkemuka China,” katanya.(Bisnis)




Editor : Tim
Kategori : Otomotif
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top