Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan
Sabtu 11 Juli 2026, 09:34 WIB
Bupati Afni Lantik Pengurus KTNA Siak

 

SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan Pemerintah Kabupaten Siak akan terus mendampingi petani dan nelayan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan lahan, akses permodalan, hingga pemasaran hasil produksi. 

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut disampaikan Afni saat melantik 60 pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak periode 2026–2031 di Balairung Datuk Empat Suku, Rumah Rakyat, Sabtu (11/7/2026). 

Pelantikan dirangkaikan dengan forum sarasehan yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan sektor pertanian dan perikanan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Siak, unsur Forkopimda, DPRD Kabupaten Siak, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Gizi Nasional (BGN), BUMD, Baznas, pelaku usaha, para camat, serta jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kabupaten Siak.

Afni mengatakan, forum dialog sengaja digelar agar pemerintah memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang dihadapi petani dan nelayan sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, bukan hanya urusan pemerintah daerah. Karena itu saya mengundang semua pihak. KTNA adalah mitra strategis pemerintah. Kita harus banyak mendengar dan mendampingi karena masih banyak urusan petani dan nelayan yang harus kita selesaikan bersama," kata Afni.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Siak akan menyusun kebijakan pembangunan pertanian berdasarkan data yang akurat. Untuk itu, BPS dilibatkan dalam forum tersebut guna memaparkan data sebagai dasar penyusunan program yang lebih terarah dan berbasis kondisi riil di lapangan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Afni memastikan sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan karena memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

"Urusan petani dan nelayan itu urusan rakyat kita setiap hari yang harus kita jaga. Petani  gak bisa jalan sendiri. KTNA Siak tidak berjalan sendiri, kami akan membersamai.  Kalau petani kita kenapa-kenapa, seperempat Kabupaten Siak bisa terguncang ekonominya," ujarnya.

Dalam sesi dialog, petani menyampaikan sejumlah persoalan, antara lain keterbatasan lahan, sulitnya akses permodalan, hingga pemasaran hasil panen. Menanggapi hal itu, Afni menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Ia juga berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi salah satu pasar potensial bagi produk pertanian dan perikanan lokal sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani dan nelayan.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Siak Dannyanto Keleka Bediona mengatakan hasil sarasehan akan menjadi dasar penyusunan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan. Program tersebut meliputi pengembangan petani milenial, pemetaan kebutuhan petani di setiap kecamatan, serta penguatan kolaborasi dalam penyelesaian persoalan lahan, permodalan, dan pemasaran hasil pertanian.

"Kami akan menjadikan seluruh masukan yang diterima hari ini sebagai dasar penyusunan program kerja KTNA. Kami juga akan memfasilitasi dialog secara berkala agar setiap persoalan petani di kecamatan dapat segera ditindaklanjuti bersama pemerintah dan pihak terkait," kata Dannyanto.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Siak juga menyerahkan 70 unit bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di Kabupaten Siak.

Bantuan tersebut meliputi 20 unit pompa air diesel portable 4 inci, 5 unit pompa air diesel 4 inci, 10 unit pompa air diesel 6 inci, 5 unit traktor roda empat, 17 unit traktor roda dua, 4 unit combine harvester, 3 unit rotavator, serta 6 unit power thresher. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Siak.

 




Editor : Tim
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top