PEKANBARU – Dedikasi dan kerja keras jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru dalam memburu warga binaan yang kabur berbuah apresiasi. Karutan Kelas IA Pekanbaru Erwin Siregar dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka KPR) Boni Hasiholan Manullang bersama tim diusulkan menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) setelah berhasil menangkap kembali narapidana yang melarikan diri hanya dalam hitungan hari.
Penghargaan tersebut diusulkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Riau, Maizar, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, pengorbanan, dan profesionalisme yang ditunjukkan selama proses pengejaran.
Warga binaan berinisial N sebelumnya melarikan diri dari Rutan Kelas IA Pekanbaru pada Minggu (25/05/2026) dengan cara memanjat tembok pengamanan. Peristiwa itu langsung memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan petugas rutan dan aparat kepolisian.
Tak hanya memberikan instruksi dari balik meja, Karutan Erwin Siregar dan Ka KPR Boni Hasiholan Manullang turun langsung memimpin pencarian. Bersama tim, mereka menyisir berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian narapidana, bahkan rela keluar masuk kawasan hutan dan daerah terpencil demi mempersempit ruang gerak pelaku.
Kerja keras tanpa mengenal waktu itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu (27/05/2026), warga binaan tersebut berhasil ditemukan dan diamankan di sebuah rumah di kawasan Jalan Teluk Leok, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.
“Ini memang merupakan tanggung jawab mereka, tetapi keberhasilan ini juga wajib kita apresiasi. Karena itu akan kita usulkan untuk mendapatkan penghargaan dari Ditjenpas,” ujar Maizar, Kamis (28/05/2026).
Menurutnya, keberhasilan menangkap kembali napi kabur dalam waktu singkat menjadi bukti nyata keseriusan dan profesionalisme jajaran Rutan Pekanbaru dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Mereka berkorban waktu, tenaga, bahkan rela meninggalkan keluarga menjelang Hari Raya Idul Adha demi mengejar warga binaan tersebut. Alhamdulillah berhasil ditangkap kembali dalam waktu singkat. Ini layak mendapatkan penghargaan,” tegasnya.
Sementara itu, Ka KPR Rutan Kelas IA Pekanbaru, Boni Hasiholan Manullang, membenarkan bahwa warga binaan yang sempat kabur kini telah kembali diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, warga binaan yang sempat melarikan diri sudah berhasil kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui aksi pelarian tersebut dipicu rasa takut yang dialami warga binaan setelah mendapat ancaman dari seorang teman yang juga berstatus tersangka dan dikabarkan akan dipindahkan ke Rutan Kelas IA Pekanbaru.
Menurut Boni, ancaman tersebut berawal dari persoalan pribadi yang telah terjadi sebelum keduanya menjalani masa penahanan.
“Karena merasa takut bertemu dengan yang bersangkutan di dalam rutan, yang bersangkutan nekat melarikan diri,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Rutan memastikan aksi pelarian tersebut dilakukan secara spontan tanpa bantuan pihak lain.
“Pelarian itu merupakan tindakan spontan dan tidak ada keterlibatan pihak lain,” tegas Boni.
Saat ini, warga binaan berinisial N masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kronologi pelarian. Di sisi lain, pihak Rutan Kelas IA Pekanbaru juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Keberhasilan menangkap kembali napi kabur dalam waktu singkat tersebut menjadi bukti kesigapan, soliditas, dan dedikasi tinggi jajaran Rutan Kelas IA Pekanbaru dalam menjaga keamanan serta memastikan setiap warga binaan tetap berada dalam pengawasan sesuai aturan yang berlaku.(sony)
| Editor | : | Sony |
| Kategori | : | Hukrim |



01
02
03
04
05
