Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Tak Pernah Hisap Ganja Tapi Positif Narkoba, Ini Penyebabnya
Kamis 28 Mei 2026, 15:04 WIB

PEKANBARU - Sebanyak 13 orang yang terjaring razia di tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu (24/5/2026) dini hari dinyatakan positif narkoba jenis Etomidate. Salah satunya adalah anak seorang pejabat daerah di Riau. 

13 orang yang diamankan terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan. Mereka berasal dari Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan dengan inisial KS (32), RR (22), GSA (21), PT (28), AF (21), MAY (24), IMF (22), MA (22), NR (23), SAP (23), SA (23), dan ALS (23).

Selain itu, tiga dari 13 yang terjaring itu, juga dinyatakan positif narkoba jenis ganja. Namun, satu dari tiga yang positif narkoba tersebut tidak mengkonsumsi ganja alias pasif. Dia terpapar ganja secara pasif karena berada dalam satu ruangan toilet tertutup yang sempit   dengan dua org yang  sedang mengisap ganja. Mereka bertiga berbicara  dalam toilet. 

Dokter Spesialis Paru, dr Indra Yopi menjelaskan, seseorang bisa saja terpapar asap ganja dan dinyatakan positif tanpa menghisapnya. 

"Sama seperti asap rokok biasa, terhisap bisa terpapar. Di tes pun positif, terpapar karena dia tidak mengisap secara aktif tapi didalam ruangan yang ada asap rokok atau ganja atau vape ya positif. Kalau rokok tak menyalahi hukum, kalau ganja ya menyalahi," kata Dokter Indra Yopi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026). 

Dijelaskan Indra Yopi, efek positif paparan dari asap ganja itu akan hilang seiring berjalannya waktu. "Kalau di rambut lama sampai satu bulan, kalau di urine dua minggu," ungkapnya. 

Efek paparan asap ganja dalam ruangan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat seseorang itu dinyatakan positif secara pasif. 

"Sebentar saja bisa. Intinya bisa terpapar walaupun tidak menghisap ganja (pasif). Untuk kembali negatif tinggal tunggu saja," pungkasnya. 

Penting untuk diketahui, menghirup asap ganja secara pasif dapat menyebabkan seseorang mendapatkan hasil positif pada tes narkoba. Meskipun kemungkinannya lebih kecil dibandingkan pengguna aktif, beberapa faktor kunci yang memengaruhi hasil tes tersebut, seperti sirkulasi udara.

Risiko hasil positif jauh lebih tinggi jika paparan terjadi di dalam ruangan tertutup dengan ventilasi yang sangat buruk, misalnya di dalam mobil atau toilet umum.(sony) 

 




Editor : Sony
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top