Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Hadapi Geopolitik Global, IPA Ajak Perkuat Produksi Migas Dalam Negeri
Selasa 12 Mei 2026, 15:02 WIB
Perkuat kolaborasi sektor hulu Migas hadapi tantangan geopolitik dan ketahanan energi nasional.

JAKARTA - Dinamika geopolitik global dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan energi nasional. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi Indonesia yang masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Situasi ini mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, khususnya dalam meningkatkan produksi serta mempercepat eksplorasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Indonesian Petroleum Association (IPA), sebagai asosiasi pelaku industri hulu migas di Indonesia, akan kembali menggelar IPA Convention and Exhibition (IPA Convex). Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki penyelenggaraan ke-50 dengan mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.”

Acara akan berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, mengatakan rantai pasok energi global saat ini sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

“Situasi global saat ini menunjukkan rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Indonesia perlu mengantisipasi hal ini dengan memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” ujar Marjolijn dalam Press Conference – Road to IPA Convex 2026 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi migas nasional. Lebih dari 50 persen cekungan migas di Indonesia disebut belum dieksplorasi, sebagian besar berada di wilayah timur dan laut dalam yang membutuhkan teknologi serta investasi besar.

Menurutnya, tantangan industri hulu migas tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga kebutuhan investasi dan tingginya risiko eksplorasi. Karena itu, kepastian kebijakan, konsistensi regulasi, percepatan perizinan, serta skema fiskal yang kompetitif menjadi faktor penting untuk menarik minat investor.

“Penemuan cadangan baru menjadi kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia IPA Convex 2026, Teresita Listyani, menyebut penyelenggaraan ke-50 ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan industri hulu migas nasional, tetapi juga forum strategis membahas masa depan ketahanan energi Indonesia.

“IPA Convex menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, IPA Convex 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran (exhibitor) dan lebih dari 200 presentasi teknis (technical presentation). Agenda tersebut mencakup isu eksplorasi, pengembangan teknologi, transisi energi, hingga investasi di sektor hulu migas.

Rangkaian acara utama akan dibuka pada 20 Mei 2026 melalui seremoni peresmian yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Agenda pembukaan meliputi penandatanganan kontrak strategis, penyampaian laporan Menteri ESDM, serta kunjungan VIP ke area pameran.

Selain konferensi dan pameran, IPA Convex 2026 juga akan menggelar Plenary Session, Concurrent Session, dan Innovative Energy Solutions Forum. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, perusahaan energi global, investor, dan penyedia teknologi untuk membahas solusi menghadapi tantangan energi masa depan.

Panitia juga mengadakan Journalist Writing Competition yang berlangsung sejak Januari hingga 21 Mei 2026 untuk meningkatkan keterlibatan media dalam peliputan acara.

IPA Convex 2026 mendapat dukungan dari berbagai perusahaan energi nasional dan global melalui sejumlah kategori sponsor, mulai dari Titanium, Platinum, Gold, hingga Silver. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen industri dalam menjadikan IPA Convex sebagai ajang strategis sektor hulu migas di Asia Tenggara.(Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top