Rabu, 3 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Hadapi Geopolitik Global, IPA Ajak Perkuat Produksi Migas Dalam Negeri
Selasa 12 Mei 2026, 15:02 WIB
Perkuat kolaborasi sektor hulu Migas hadapi tantangan geopolitik dan ketahanan energi nasional.

JAKARTA - Dinamika geopolitik global dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan energi nasional. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi Indonesia yang masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Situasi ini mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, khususnya dalam meningkatkan produksi serta mempercepat eksplorasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Indonesian Petroleum Association (IPA), sebagai asosiasi pelaku industri hulu migas di Indonesia, akan kembali menggelar IPA Convention and Exhibition (IPA Convex). Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki penyelenggaraan ke-50 dengan mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.”

Acara akan berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, mengatakan rantai pasok energi global saat ini sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

“Situasi global saat ini menunjukkan rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Indonesia perlu mengantisipasi hal ini dengan memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” ujar Marjolijn dalam Press Conference – Road to IPA Convex 2026 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi migas nasional. Lebih dari 50 persen cekungan migas di Indonesia disebut belum dieksplorasi, sebagian besar berada di wilayah timur dan laut dalam yang membutuhkan teknologi serta investasi besar.

Menurutnya, tantangan industri hulu migas tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga kebutuhan investasi dan tingginya risiko eksplorasi. Karena itu, kepastian kebijakan, konsistensi regulasi, percepatan perizinan, serta skema fiskal yang kompetitif menjadi faktor penting untuk menarik minat investor.

“Penemuan cadangan baru menjadi kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia IPA Convex 2026, Teresita Listyani, menyebut penyelenggaraan ke-50 ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan industri hulu migas nasional, tetapi juga forum strategis membahas masa depan ketahanan energi Indonesia.

“IPA Convex menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, IPA Convex 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran (exhibitor) dan lebih dari 200 presentasi teknis (technical presentation). Agenda tersebut mencakup isu eksplorasi, pengembangan teknologi, transisi energi, hingga investasi di sektor hulu migas.

Rangkaian acara utama akan dibuka pada 20 Mei 2026 melalui seremoni peresmian yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Agenda pembukaan meliputi penandatanganan kontrak strategis, penyampaian laporan Menteri ESDM, serta kunjungan VIP ke area pameran.

Selain konferensi dan pameran, IPA Convex 2026 juga akan menggelar Plenary Session, Concurrent Session, dan Innovative Energy Solutions Forum. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, perusahaan energi global, investor, dan penyedia teknologi untuk membahas solusi menghadapi tantangan energi masa depan.

Panitia juga mengadakan Journalist Writing Competition yang berlangsung sejak Januari hingga 21 Mei 2026 untuk meningkatkan keterlibatan media dalam peliputan acara.

IPA Convex 2026 mendapat dukungan dari berbagai perusahaan energi nasional dan global melalui sejumlah kategori sponsor, mulai dari Titanium, Platinum, Gold, hingga Silver. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen industri dalam menjadikan IPA Convex sebagai ajang strategis sektor hulu migas di Asia Tenggara.(Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top