Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Saat Hidup Penuh Ketidakpastian, Ingatlah Allah Selalu Dekat   ●   
  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 5 Orang, Termasuk Jurnalis Saat Meliput
Jumat 24 April 2026, 06:08 WIB
ilustrasi.

LEBANON – Serangan militer yang dilakukan Israel Defense Forces di wilayah Lebanon dilaporkan masih berlanjut meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata.

Mengutip laporan The Guardian, Kamis (23/4/2026), sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi pada Rabu (22/4). Salah satu korban merupakan jurnalis bernama Amal Khalil.

Insiden tersebut terjadi di dekat wilayah al-Tayri, saat korban tengah melakukan peliputan bersama fotografer Zeinab Faraj. Rudal dilaporkan menghantam kendaraan di depan mereka.

Keduanya sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung ke sebuah rumah di sekitar lokasi. Namun, bangunan tersebut kembali menjadi sasaran serangan.

Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon, tim penyelamat berhasil mengevakuasi Zeinab Faraj dalam kondisi mengalami luka di bagian kepala. Sementara itu, Amal Khalil ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan.

Pihak kementerian juga menyebut proses evakuasi sempat terhambat. Disebutkan, saat petugas berusaha mengevakuasi korban, terjadi penembakan granat suara dan amunisi ke arah ambulans yang berada di lokasi.

Secara keseluruhan, lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut, meskipun status gencatan senjata masih berlaku.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut penargetan terhadap jurnalis serta penghambatan bantuan kemanusiaan sebagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Lebanon tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk membawa kasus ini ke lembaga internasional terkait,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah menerima laporan mengenai adanya dua jurnalis yang terluka akibat serangan tersebut. Namun, mereka membantah telah menghalangi tim penyelamat dalam menjalankan tugas evakuasi.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top