Minggu, 19 Juli 2026

Breaking News

  • Eks Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun, Skandal Dana PI Rp551 Miliar Rugikan Negara Rp64,2 Miliar   ●   
  • Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga, Polsek Senapelan Rutin Pantau Sembako   ●   
  • Polsek Senapelan Turun ke Pasar, Pastikan Stok Sembako Cukup dan Harga Stabil   ●   
  • Pimpinan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi Buat Jurus Blokir WA Usai anak buah Kencingi Kanwil Riau!   ●   
  • Kanwil Riau Diuji Nyali! Rekening BNI Bicara, Kebohongan Draf Klarifikasi Oknum Pejabat Lapas Bagansiapiapi Resmi Di-Skakmat!   ●   
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 5 Orang, Termasuk Jurnalis Saat Meliput
Jumat 24 April 2026, 06:08 WIB
ilustrasi.

LEBANON – Serangan militer yang dilakukan Israel Defense Forces di wilayah Lebanon dilaporkan masih berlanjut meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata.

Mengutip laporan The Guardian, Kamis (23/4/2026), sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi pada Rabu (22/4). Salah satu korban merupakan jurnalis bernama Amal Khalil.

Insiden tersebut terjadi di dekat wilayah al-Tayri, saat korban tengah melakukan peliputan bersama fotografer Zeinab Faraj. Rudal dilaporkan menghantam kendaraan di depan mereka.

Keduanya sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung ke sebuah rumah di sekitar lokasi. Namun, bangunan tersebut kembali menjadi sasaran serangan.

Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon, tim penyelamat berhasil mengevakuasi Zeinab Faraj dalam kondisi mengalami luka di bagian kepala. Sementara itu, Amal Khalil ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan.

Pihak kementerian juga menyebut proses evakuasi sempat terhambat. Disebutkan, saat petugas berusaha mengevakuasi korban, terjadi penembakan granat suara dan amunisi ke arah ambulans yang berada di lokasi.

Secara keseluruhan, lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut, meskipun status gencatan senjata masih berlaku.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut penargetan terhadap jurnalis serta penghambatan bantuan kemanusiaan sebagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Lebanon tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk membawa kasus ini ke lembaga internasional terkait,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah menerima laporan mengenai adanya dua jurnalis yang terluka akibat serangan tersebut. Namun, mereka membantah telah menghalangi tim penyelamat dalam menjalankan tugas evakuasi.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top