ilustrasi.LEBANON – Serangan militer yang dilakukan Israel Defense Forces di wilayah Lebanon dilaporkan masih berlanjut meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata.
Mengutip laporan The Guardian, Kamis (23/4/2026), sedikitnya lima orang dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi pada Rabu (22/4). Salah satu korban merupakan jurnalis bernama Amal Khalil.
Insiden tersebut terjadi di dekat wilayah al-Tayri, saat korban tengah melakukan peliputan bersama fotografer Zeinab Faraj. Rudal dilaporkan menghantam kendaraan di depan mereka.
Keduanya sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung ke sebuah rumah di sekitar lokasi. Namun, bangunan tersebut kembali menjadi sasaran serangan.
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon, tim penyelamat berhasil mengevakuasi Zeinab Faraj dalam kondisi mengalami luka di bagian kepala. Sementara itu, Amal Khalil ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan.
Pihak kementerian juga menyebut proses evakuasi sempat terhambat. Disebutkan, saat petugas berusaha mengevakuasi korban, terjadi penembakan granat suara dan amunisi ke arah ambulans yang berada di lokasi.
Secara keseluruhan, lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut, meskipun status gencatan senjata masih berlaku.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut penargetan terhadap jurnalis serta penghambatan bantuan kemanusiaan sebagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
“Lebanon tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk membawa kasus ini ke lembaga internasional terkait,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah menerima laporan mengenai adanya dua jurnalis yang terluka akibat serangan tersebut. Namun, mereka membantah telah menghalangi tim penyelamat dalam menjalankan tugas evakuasi.(dtc)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |



01
02
03
04
05
