Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Gerak Cepat Tekan Stunting: Pemkab Kuansing Gandeng RAPP Evaluasi Program Strategis
Kamis 23 April 2026, 19:11 WIB
Pemkab Kuansing dan Provinsi Riau menggelar evaluasi program pendampingan teknis dan advokasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kantor Bupati Kuansing

KUANSING – Percepatan penurunan stunting memerlukan kerja bersama lintas sektor, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga keterlibatan dunia usaha dan masyarakat. Kolaborasi yang solid menjadi faktor penentu agar berbagai intervensi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama Pemerintah Provinsi Riau menggelar Pertemuan Evaluasi Program Pendampingan Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Bupati Kuantan Singingi, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini turut didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala DP3AP2KB Provinsi Riau Hj. Fariza, SH., MH., staf Bappeda Provinsi Riau Desmil Faneni, S.Si., Asisten II Setda Kuantan Singingi Drs. Napisman, Kepala Dinas Kesehatan Kuantan Singingi Aswandi, SKM, serta Kepala DP2KBP3A Kuantan Singingi Mardansyah, S.Sos., MM.

Program yang dievaluasi merupakan bagian dari pendampingan teknis dan advokasi yang dilaksanakan RAPP sejak Mei 2025 hingga April 2026. Program ini melibatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, serta 10 kecamatan di wilayah operasional perusahaan.

Stakeholder Relations Manager RAPP, Raja Elwan Jumanri, menekankan pentingnya sinergi dalam mendukung keberhasilan program penurunan stunting.

“Upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Jika hanya satu pihak yang bergerak, hasilnya tidak akan optimal. Karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi semua pihak, terutama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Community Development (CD) RAPP dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang.

“Kami tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, tetapi memastikan program yang dijalankan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Asisten II Setda Kuantan Singingi, Drs. Napisman, turut mengapresiasi kontribusi RAPP dalam penanganan stunting di daerah tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian RAPP terhadap persoalan stunting. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar penanganan stunting dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh kader di lapangan. Resdaneti, Kader Posyandu Kinanti, mengaku semakin termotivasi setelah menerima dukungan atribut kader.

“Dengan adanya rompi ini, kami menjadi lebih semangat dalam menjalankan tugas mendampingi masyarakat di posyandu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pendampingan yang telah diberikan selama program berlangsung.

“Kami berharap ke depan pembinaan ini terus berlanjut sehingga kapasitas kader semakin meningkat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” tambahnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kuantan Singingi tercatat sebesar 23,1 persen, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 23 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan intervensi secara lebih intensif.

Selama program berjalan, RAPP telah mendampingi 66 posyandu di 42 desa. Dari total 53 balita malnutrisi, sebanyak 12 anak atau sekitar 23 persen mengalami perbaikan status gizi. Selain itu, 22 kepala keluarga berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem dari target 156 KK.

Di sektor pendidikan, intervensi dilakukan pada 31 sekolah dasar dan 10 sekolah menengah pertama dengan target peningkatan literasi dan numerasi hingga 70 persen.

Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi praktik baik, pembelajaran, serta merumuskan langkah tindak lanjut pascaprogram. Hal tersebut mencakup penguatan implementasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) dan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (P3S).

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat semakin kuat, sehingga percepatan penurunan stunting di Kuantan Singingi dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. (Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Kuantan Singingi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top