Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Terungkap! 5 Mitos Jagung Manis yang Selama Ini Salah Kaprah, Nomor 3 Bikin Kaget
Kamis 23 April 2026, 06:56 WIB
Jagung.

JAGUNG manis menjadi salah satu jenis sayuran yang banyak digemari berkat rasa manis alami dan teksturnya yang renyah. Biasanya dipanen saat masih muda, jagung ini kerap dikonsumsi dengan cara direbus, dibakar, maupun diolah menjadi berbagai hidangan.

Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang justru menghindari jagung manis. Hal ini dipicu oleh berbagai anggapan terkait kandungan gula dan karbohidratnya yang dinilai tinggi.

Memang, jagung manis mengandung gula alami dan karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, kandungan kalorinya juga membuat sebagian orang yang menjalani diet ketat memilih untuk membatasinya.

Namun, sejumlah anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jagung manis tetap memiliki berbagai manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh. Dikutip dari eatingwell.com (9/4), berikut sejumlah mitos seputar jagung manis yang telah terbantahkan:

1. Jagung manis tinggi lemak

Anggapan ini tidak tepat. Jagung manis termasuk makanan rendah lemak, dengan kandungan sekitar 1 gram lemak per tongkol berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Lemak yang terkandung pun terdiri dari lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dan ganda, yang baik untuk kesehatan jantung jika dikonsumsi tanpa tambahan bahan tinggi lemak seperti mentega atau susu.

2. Konsumsi jagung menyebabkan kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh tambahan topping berkalori tinggi, seperti mentega, keju, atau saus. Satu tongkol jagung polos hanya mengandung sekitar 122 kalori dan hampir 3 gram serat. Kandungan ini membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, jagung mengandung pati resisten yang dicerna lebih lambat dan berperan dalam pengendalian berat badan.

3. Jagung manis tinggi gula

Untuk kategori sayuran, jagung memang mengandung gula. Namun, jumlahnya relatif rendah. Satu tongkol jagung ukuran sedang hanya mengandung sekitar 5 gram gula, lebih rendah dibandingkan banyak buah, seperti pisang. Kandungan seratnya juga membuat jagung memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.

4. Jagung tidak memiliki manfaat kesehatan

Fakta ini keliru. Jagung manis mengandung berbagai nutrisi penting, seperti lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata. Selain itu, kandungan seratnya membantu menjaga kesehatan pencernaan dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Jagung juga mengandung vitamin B, zat besi, protein, dan kalium.

5. Proses memasak menghilangkan nutrisi jagung

Anggapan ini juga tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan ulasan dalam jurnal Food Science and Human Wellness tahun 2018, proses memasak justru dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi pada jagung manis. Konsumsi jagung secara rutin bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Secara keseluruhan, jagung manis tetap merupakan pilihan pangan yang sehat. Konsumsi dalam jumlah wajar dan seimbang dengan asupan gizi lainnya dapat memberikan manfaat optimal bagi tubuh.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top